Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Nasional

  • 0 Komentar

KITB Harus Didukung Pelabuhan Ekonomis

KITB Harus Didukung Pelabuhan Ekonomis
KITB Harus Didukung Pelabuhan Ekonomis

Penulis: Nisa Alfiani

TVRINews, Batang
Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah yang tengah dibangun harus didukung dengan infrastruktur transportasi seperti pelabuhan yang ekonomis agar biaya operasional tidak mahal.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Senin (4/7), saat mengecek progres pembangunan sejumlah infrastruktur transportasi untuk mendukung konektivitas dari dan menuju KITB.

“KITB adalah pusat kawasan industri terpadu. Jadi harus benar-benar memikirkan bagaimana operasional pelabuhan berjalan dengan baik. Operasional pelabuhan berjalan baik apabila ada satu runtutan operasi yang mudah dan efisien. Mulai dari jarak tempuhnya, aksesibilitasnya, levelingnya, dan sebagainya,” jelas Budi.

Sejumlah infrastruktur transportasi yang akan dibangun di kawasan industri tersebut di antaranya sektor kereta api dan sektor laut, yang dibangun mulai tahun ini hingga 2024 mendatang. 

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, bahwa pembangunan infrastruktur transportasi harus disambungkan ke pusat kegiatan seperti, kawasan industri, sehingga dapat memperlancar konektivitas pergerakan logistik dari dan ke Kawasan Industri Batang.

Keberadaan kawasan ini diharapkan mampu memberikan efek berganda yaitu mendatangkan investasi dari luar, membuka lapangan kerja yang luas, dan menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Batang dan daerah sekitarnya.

Selain itu, Budi juga memastikan progres pembangunan tanggul Pelabuhan Tanjung Emas pasca banjir berjalan sesuai rencana, berkolaborasi dengan Kementerian PUPR dan PT. Pelindo.

Pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo ini akan terus dilakukan pengembangannya hingga tahun 2024. Diproyeksikan pada tahun 2024, pelabuhan ini mampu melayani petikemas sampai 900 ribu Teus, 2 juta ton curah kering, 1,3 juta ton curah cair, dan 532 ribu ton general cargo.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.