Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

Polisi Tangkap Pelaku Pemerasan melalui Medsos dengan Modus Sebagai Anggota Polda

Polisi Tangkap Pelaku Pemerasan melalui Medsos dengan Modus Sebagai Anggota Polda
Polisi Tangkap Pelaku Pemerasan melalui Medsos dengan Modus Sebagai Anggota Polda

Penulis : Agus Mughni Hakim 

 

 

TVRINews, Bandarlampung

 

Seorang pria asal Bandarlampung ditangkap polisi lantaran melakukan pemerasan terhadap korban yang dikenal melalui media sosial dengan modus menggunakan foto profil anggota kepolisian.

 

 

Pelaku bernama Apriyan berusia 25 tahun, warga Kedaton, Bandarlampung ini ditangkap petugas Satreskrim Polresta Bandarlampung setelah melakukan aksi pemerasan terhadap seorang wanita yang dikenalnya melalui akun media sosial.

 

 

Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Bandar Lampung Iptu Widodo Rahayu menyampaikan tersangka ditangkap di kediamannya, setelah korban membuat laporan dan mengaku akan menyebarluaskan adegan video tidak senonoh.

 

 

Aksi pemerasan yang dilakukan tersangka bermula saat berkenalan dengan korban di akun media sosial Facebook. Pelaku memasang foto profil anggota kepolisian yang berdinas di Polda Lampung.   

 

 

"Korban yang percaya dengan bujuk rayu tersangka kemudian diminta melayani nafsu seksualnya melalui video call. Tersangka dengan sengaja merekamnya untuk bahan aksi pemerasan dengan meminta sejumlah uang kepada korban," kata Widodo, Kamis (27/01/2022).

 

 

Disebutkan oleh Widodo, tersangka mengaku sudah memperdayai tiga wanita yang dikenalnya di media sosial. Dari ketiga korban tersebut, baru satu orang yang melaporkan  aksi pemerasan yang dilakukan tersangka.

 

 

Menurut Iptu Widodo Rahayu, polisi juga menyita barang bukti berupa rekaman video milik korban, tangkapan layar akun media sosial milik tersangka, serta dua buah ponsel yang digunakan tersangka dalam beraksi. 

 

 

Tersangka kini mendekam di ruang tahanan Mapolresta Bandarlampung, polisi akan menjerat tersangka dengan pasal 45 junto pasal 27 Undang Undang RI tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman pidana selama 6 tahun kurungan penjara.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar