Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Menkes Beberkan Perbedaan Situasi Jumlah Kasus Tinggi antara Omicron dan Delta

Menkes Beberkan Perbedaan Situasi Jumlah Kasus Tinggi antara Omicron dan Delta
Menkes Beberkan Perbedaan Situasi Jumlah Kasus Tinggi antara Omicron dan Delta

Penulis: Christhoper Natanael Raja


TVRINews, Jakarta

Omicron sudah masuk Indonesia dan transmisi lokal juga sudah terjadi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan perbedaan utama dengan varian lain adalah penularannya lebih cepat dan banyak. 


"Kita akan melihat kenaikan jumlah kasus yang cukup tinggi," kata Budi dalam konferensi pers yang berlangsung secara virtual, Kamis (27/01/2022).


Meski demikian, Budi mengatakan hospitalisasi dan tingkat keparahan dari varian Omicron lebih rendah, sehingga lebih banyak dari mereka yang terpapar bisa dirawat di rumah atau isolasi mandiri (isoman).


"Sebagian besar pasiennya orang tanpa gejala (OTG) atau asimptomatik dan gejala ringan, seperti batuk, pilek, dan demam. Mereka bisa sembuh tanpa perlu dibawa ke rumah sakit," ujar Budi.


"Dari 1.988 kasus varian Omicron, sudah 854 dirawat di rumah sakit, 59 di antaranya membutuhkan terapi oksigen. Sebenarnya yang butuh masuk rumah sakit adalah 59 orang itu," ucap Budi menambahkan.


Berbeda dengan Delta yang tingkat keparahannya tinggi, kala itu Kementerian Kesehatan harus mempersipkan rumah sakit dengan jumlah yang besar, karena tekanannya tinggi. Per 26 Januari 2022 tercatat ada 7.688 pasien dirawat di seluruh Indonesia, 432 di antaranya harus dibawa ke ICU karena Covid-19, sementara total tempat tidur yang siap pakai ada 70.641.


Menurut mantan Wakil Menteri BUMN tersebut, angka tempat tidur ini bisa dikonversikan menjadi 120-130 ribu. Angka tersebut merupakan ketersediaan bekas lonjakan kasus yang terjadi pada Juli 2021 lalu.


Ia juga menyinggung soal yang sempat diberitakan di Jakarta yang menyebutkan sudah 45 persen kapasitas tempat tidur sudah terisi dari jumlah yang siap sekitar 3.900. Budi menyatakan bahwa sebenarnya tempat tidur yang ada di Jakarta itu 11 ribu, namun saat ini belum dikonversikan.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.