Trending

  • Minggu, 25 September 2022

Metro

  • 0 Komentar

Warga Cipinang Melayu Mulai Bersihkan Lingkungan Setelah Banjir

Warga Cipinang Melayu Mulai Bersihkan Lingkungan Setelah Banjir
Warga Cipinang Melayu Mulai Bersihkan Lingkungan Setelah Banjir

Reporter: Christophorus N. Raja

TVRINews, Jakarta                                                                                           

Hujan deras sempat kembali mengguyur wilayah Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, pada Selasa (23/2/2021) kemarin. Namun air tidak sampai menggenangi wilayah tersebut seperti beberapa hari sebelumnya. “Kemarin sempat hujan deras, tapi di wilayah sini air tidak tergenang lagi,” kata Sekretaris Kelurahan Cipinang Melayu Suryo Santoso kepada TVRINews, Rabu (24/2/2021).

Sebelumnya, kawasan ini dilanda banjir selama tiga hari sejak Jumat (19/2/2021) hingga Minggu (21/2/2021). Suryo menambahkan, saat ini, warga berfokus membersihkan lingkungan dari sampah dan lumpur bekas banjir. Mereka dibantu petugas dari kelurahan.

Kini, sebagian besar rumah warga sudah selesai dibersihkan. Namun belum semua warga beraktivitas seperti semula.  "Selama terdampak banjir, tidak ada korban jiwa dan tidak ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelumnya sempat muncul kabar ada yang positif, tapi setelah ditangani petugas, ternyata hasilnya negatif," ujarnya.

Meskipun banjir sudah surut, warga di kelurahan itu masih mendapat bantuan. Bantuan datang dari perusahaan swasta atau badan usaha milik negara. “Hingga saat ini, bantuan masih datang dari CSR, seperti sembako (bahan kebutuhan pokok) dan masker," kata Suryo.

Kelurahan Cipinang Melayu pun akan terus memantau laporan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai hujan deras yang berpotensi mengguyur wilayahnya. “BMKG mengatakan hujan deras akan turun sampai hari ini, jadi kami dari kelurahan siaga atas kemungkinan terjadinya bencana susulan," tuturnya.

Sering Telat

Selain mendapat masker dan sembako, warga memperoleh bantuan makanan serta tenda yang tersedia di posko banjir Cipinang Melayu sebagai tempat mengungsi. “Saya mendapat bantuan sembako dan makanan dari posko yang terletak di depan RW dan Universitas Borobudur. Saya mengungsi tiga hari sampai air benar-benar surut,” kata Dasril, 52 tahun, warga RT 02 Cipinang Melayu, kepada TVRINews, Rabu (24/2/2021).

Hal serupa diungkapkan Muchlis, 25 tahun, warga RT 05 Cipinang Melayu. Dia juga memperoleh bantuan sembako dan makanan. Kendati bantuan terus berdatangan, mereka mengusulkan bantuan makanan langsung didrop di rumah warga yang terkena dampak banjir. “Seharusnya kalau kasih bantuan itu langsung ke rumah masing-masing. Jadi petugas masuk ke gang, biar warga langsung dapat. Kita sering memperoleh bantuan yang didapat terlambat, padahal sudah lapar,” tutur Muchlis.

Editor: Eggi Paksha/Agus S. Riyanto


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.