Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Tinjau Tol Yogyakarta - Bawen, Menteri Basuki Tegaskan 4 Hal

Penulis: Ridha Gemelli Sitompul

TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menekankan empat hal kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), kontraktor, dan konsultan pengawas dalam pelaksanaan konstruksi, terutama terkait kualitas yang baik menjadi keharusan. 

“Pertama, Quality is a must. Perhatikan kualitas jalan tol. Banyak contoh baik yang bisa kita tiru dan contoh buruk yang harus kita hindari," kata Menteri Basuki dalam rilisnya, Minggu (14/8/2022). 

Selain kualitas, Menteri Basuki berpesan agar biaya pelaksanaan pembangunan bisa ditekan. 

"Jangan over design atau over engineering yang mengakibatkan bengkaknya biaya tambahan (cost overrun). Tolong cari second opinion dari ahli yang kompeten. Review design sekaligus menjadi value engineering untuk proyek ini," sambungnya.

Kemudian, pesan ketiga, Menteri Basuki minta  aspek estetika dan lingkungan betul-betul diperhatikan.  

“Batasi cut and fill tetapi buat terowongan (tunnel), seperti di area kebun kopi Banaran, Bawen. Penghijauan tebing diperhatikan, jangan ada  tanah yang ditinggalkan," ucap Menteri Basuki. 

Terakhir, Menteri Basuki berpesan untuk BUJT bisa merumuskan strategi percepatan sehingga seksi 1 dan 6 bisa tuntas konstruksinya tepat waktu di tahun 2024. 

"Ruas tol Yogya - Bawen ini sangat penting dan menjadi prioritas Pemerintah," tutup Menteri Basuki.

Penekanan ini disampaikan Menteri Basuki saat meninjau pembangunan proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 76 km yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), pada Sabtu (13/8/2022) kemarin.

Jalan tol ini telah dimulai pembangunannya pada awal 2022 untuk meningkatkan konektivitas Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah. 

Jalan Tol Yogyakarta Bawen nantinya akan terhubung dengan Jalan Tol Semarang-Solo, dan Jalan Tol Solo-Yogyakarta International Airport Kulonprogo, sehingga akan membentuk segitiga emas yang dapat meningkatkan perekonomian dan konektivitas wilayah khususnya Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar).

Pembangunan jalan tol ini dilaksanakan oleh PT. Jasamarga Jogja Bawen (JJB) selaku Badan Usaha Jalan Tol yang dibentuk oleh konsorsium pemenang lelang. 

Jalan tol ini terdiri dari 6 seksi yaitu ;
Seksi 1 Sleman - Banyurejo (8,25 km)
Seksi 2 Banyurejo-Borobudur (15,26 km)
Seksi 3 Borobudur-Magelang (8,08 km)
Seksi 4 Magelang-Temanggung (16,26 km)
Seksi 5 Temanggung-Ambarawa  (22,56 km)
Seksi 6 Ambarawa-Junction Bawen terkoneksi Tol Semarang-Solo (5,21 km).


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.