Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Dikira Tinggal Mitos, Ternyata Babirusa Maluku Masih Ada

Dikira Tinggal Mitos, Ternyata Babirusa Maluku Masih Ada
Dikira Tinggal Mitos, Ternyata Babirusa Maluku Masih Ada

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta

Camera Trap milik Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berhasil menangkap Babirusa Maluku (Babyrousa babyrussa) di kawasan Suaka Alam Masbait, pulau Buru, Maluku. Ini merupakan bukti pertama penemuan atas survey intensif yang dilakukan sejak tahun 1995.

Sejak survei intensif yang dilakukan pada tahun 1995 belum pernah ditemukan Babirusa secara langsung kecuali jejaknya, sampai pada tahun 1997 dengan ditemukannya tengkorak Babirusa dari seorang pemburu di sekitar Gunung Kapalat Mada, Pulau Buru. Sehingga terkonfirmasi bahwa Pulau Buru sebagai salah satu habitat Babirusa.

Kepala Balai KSDA Maluku, Danny H Pattipeilohy mengatakan setelah melakukan berbagai upaya BKSDA Maluku akhirnya berhasil menemukan hewan Babirusa yang sudah dianggap mitos tersebut. Dimana dari 10 kamera jebak hanya satu kamera yang tidak merekam keberadaan Babirusa. 

Kamera Trap tersebut dipasang sejak April sampai Juni 2021 pada tujuh lokasi yang merupakan area lintasan satwa yaitu pada areal berkubang/ bermain satwa, saltlicks (tempat menggaram) ataupun mencari pakan.

"Saya sangat gembira atas keberhasilan Tim Survey Balai KSDA Maluku yang telah bekerja keras dan tidak berputus asa untuk mendapatkan bukti langsung keberadaan satwa ini dengan terekamnya foto Babirusa oleh kamera jebak," kata Denny dalam keterangan resminya, Jumat (16/7/2021).

“Dari temuan ini selanjutnya akan direncanakan program kegiatan untuk konservasi Babirusa khususnya di Pulau Buru seperti peningkatan patroli pengamanan, penyadartahuan masyarakat serta survey pakan/habitat. Selain itu rencananya akan dilaksanakan juga survey monitoring dengan pasang kamera trap di habitat Babirusa lainnyaseperti di pulau Mangole dan Taliabu, untuk pembuktian langsung keberadaan babirusa Maluku,” tambahnya.

Babirusa (Babyrousa spp.) merupakan satwa endemik Wallace, region ini dihuni tiga jenis Babirusa yaitu Babirusa Sulawesi (Babyrousa celebensis) yang sebarannya berada di Pulau Sulawesi, Babirusa Togean (Babyrousa togeanensis) menyebar di beberapa pulau di Kepulauan Togean, serta Babirusa Maluku (Babyrousa babyrussa). 

Sebaran babirusa Maluku (Babyrousa babyrussa Linnaeus, 1978) teridentifikasi meliputi Kepulauan Sula yaitu Pulau Mangole dan Pulau Taliabu serta Pulau Buru (SRAK Babirusa 2013-2024, KLHK 2013).

Babirusa Maluku pertama kali diidentifikasi sebagai sub species dari Babyrousa, hal itu dengan pertimbangan perbedaan karakteristik morfologi babirusa Maluku sebagai jenis sendiri yaitu B. babyrussa (SRAK Babirusa 2013-2024, KLHK 2013). 

Di habitat alaminya khususnya di Pulau Buru, populasi satwa ini terancam akibat perburuan liar baik untuk konsumsi maupun by catch karena pemasangan jerat babi untuk eradikasi hama pertanian, serta akibat fragmentasi habitat karena berkurangnya hutan baik untuk tujuan penebangan komersial maupun akibat pembakaran antropogenik yang berulang. 

Babyrousa spp. Termasuk Apendiks I CITES artinya dilarangnya perdagangan spesimen Babirusa baik dalam bentuk hidup dan atau mati dan atau bagian-bagian serta produk turunannya. Satwa ini juga termasuk dalam daftar IUCN Red List sebagai jenis-jenis yang terancam punah dengan kategori Vulnerable.

Secara nasional, jenis babirusa ini termasuk dalam jenis dilindungi sesuai Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, sebagaimana lampirannya diubah melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.106 tahun 2018, yang menegaskan bahwa jenis babirusa dilindungi oleh peraturan perundangan.

Selain rekaman foto Babirusa, kamera jebak yang dipasang oleh Balai KSDA Maluku juga menangkap beberapa gambar jenis satwa lain seperti Gosong Maluku (Eulopia wallacei), Burung Arika (Gallicrex cinerea), Gosong Kelam (Megaphodius freycinet buruensis), Musang/Rase (Viverra tangalunga), Biawak (Varanus salvatori), Rusa Timor (Rusa timorensis), dan Babi Hutan Sulawesi (Sus celebensis).

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.