Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Perhutani Berikan Restorative Justice pada Penambang Emas Tanpa Izin

Perhutani Berikan Restorative Justice  pada Penambang Emas Tanpa Izin
Menurut ADM KPH Perhutani Tasikmalaya Benny  Suko Triatmoko mengatakan dari lahan Perhutani sedikitnya 30 hektar digunakan penambang emas tanpa ijin.

Penulis: Toni Sontani 

TVRINews, Kota Tasikmalaya

Pihak Perhutani pun memberikan restorative justice kepada penambang dengan memberikan kesempatan memperbaiki kembali lahan tersebut. 

Sering terjadinya bencana di musim hujan baik longsor atau banjir bandang kebanyakan disebabkan adanya kerusakan hutan akibat penebangan ilegal ataupun menggunakan lahan hutan tanpa ijin. 

Salah satunya yang terjadi di lahan Perum Perhutani (KPH) Tasikmalaya yang sejak lama digunakan warga sebagai tempat penambang emas tanpa ijin. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut Perhutani melaksanakan relokasi sedikitnya terhadap 50 lubang galian emas tanpa ijin di blok 27 D Kampung Pacar Gantung Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya. 

Menurut ADM KPH Perhutani Tasikmalaya Benny  Suko Triatmoko mengatakan dari lahan Perhutani sedikitnya 30 hektar digunakan penambang emas tanpa ijin. 

Berdampak terhadap lingkungan yang bisa mengakibatkan bencana baik langsung maupun tidak langsung dengan adanya penggunaan zat kimia, seperti mercuri dan  sianida yang kerugiannya tidak bisa diperhitungkan dengan uang akibat dampaknya. 

Meskipun demikian, Perhutani yang bekerja sama dengan TNI-Polri, Gakum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan restorative justice kepada para penambang dengan memperbaiki lahan tersebut dengan merenovasi dan reboisasi, sehingga lokasi yang sempat digunakan menjadi normal kembali. 

"Dengan program tersebut pihak Perhutani berharap agar warga memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian hutan, sehingga terhindar dari bencana alam terutama di masa sekarang yang sedang musim hujan,"
Benny Suko Triatmoko. 


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.