Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Pemerintah akan Tambah Anggaran di Sektor Kesehatan Jadi Rp214,95 Triliun, Ini Rinciannya

Pemerintah akan Tambah Anggaran di Sektor Kesehatan Jadi Rp214,95 Triliun, Ini Rinciannya
Pemerintah akan Tambah Anggaran di Sektor Kesehatan Jadi Rp214,95 Triliun, Ini Rinciannya

Penulis: Naufal Lanten

TVRINews, Jakarta 

Pemerintah kembali akan menambah anggaran di sektor kesehatan menjadi sebesar Rp214,95 triliun. Penambahan tersebut dalam rangka mengantisipasi biaya perawatan pasien Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan untuk mengklaim perawatan pasien dengan jumlah bed occupancy rate (BOR) yang meningkat, telah disiapkan anggaran sebesar Rp40 triliun. Jumlah tersebut termasuk tagihan pada 2020 lalu.

"Kami akan menambahkan Rp 25,87 triliun lagi. Jadi total alokasi anggaran untuk perawatan pasien Covid-19 akan mencapai Rp65,9 triliun,” kata Sri Mulyani dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/7/2021).

Ia menambahkan pemerintah tengah membangun berbagai rumah sakit darurat untuk mengantisipasi kenaikan jumlah pasien Covid-19. Sejumlah asrama haji juga dikonversi menjadi rumah sakit darurat, di antaranya adalah asrama haji di Pondok Gede, Surabaya, Boyolali, Bandung, dan Yogyakarta. 

Untuk itu, kata dia, dibutuhkan anggaran sebesar Rp2,75 triliun. Jumlah itu untuk melengkapi perlengkapan medis di sejumlah asrama haji dan mengkonversikannya menjadi rumah sakit darurat.

Lebih jauh Sri mengatakan untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) juga diberikan tambahan. Menurutnya dengan adanya tambahan rumah sakit darurat maka dibutuhkan pula tambahan tenaga kesehatan. 

Pemerintah akan merekrut 3 ribu dokter baru dan 20 ribu perawat. Untuk itu, pemerintah menambahkan anggaran sebesar Rp1,08 triliun di atas Rp17,3 triliun bagi insentif nakes baik yang di pusat maupun di daerah, sehingga total alokasi anggaran adalah Rp 18,4 triliun.

“Dan sekarang juga akan dibagikan obat-obat bagi para masyarakat yang terkena Covid tapi melakukan isolasi mandiri, paket obat isoman disediakan sebanyak 2 juta paket. Ini terutama untuk menghindari banyak keluhan bahwa obat-obat hilang di pasaran. Kita mengalokasikan yang tadinya Rp770 milyar kita tambah Rp400 miliar sehingga mencapai Rp1,17 triliun,” ujar Menkeu.

Ia menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta kepada TNI-Polri dan bidan BKKBN untuk membantu pelaksanaan vaksinasi agar dapat mengejar target vaksinasi dengan 2 juta atau bahkan 3 juta dosis per hari. Target yang diberikan untuk TNI-Polri adalah 30 juta orang yang divaksin, sementara target yang diberikan kepada bidan adalah 37 juta orang yang divaksin. Alokasi anggaran yang disediakan untuk tenaga-tenaga yang melakukan vaksinasi sebesar Rp 1,96 triliun.

Selain itu, pemerintah juga akan menambah anggaran sebesar Rp790 milyar bagi TNI dan Polri dalam melaksanakan tugasnya membantu aparat di daerah mengimplementasikan kebijakan PPKM Mikro. Saat ini Pemerintah juga sedang berupaya menambah jumlah suplai oksigen. Untuk itu Pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp370 miliar untuk pengadaan suplai oksigen baik dari dalam maupun dari luar negeri.

“Untuk anggaran vaksinasi kita berikan Rp57,84 triliun. Untuk anggaran pengadaan vaksin ada Rp 47,6 triliun dan anggaran untuk pelaksanaan vaksinasi di daerah ada Rp 6,5 triliun yang ini sebetulnya masuk di APBD,” tutur Sri.

Sementara itu, untuk anggaran insentif perpajakan dialokasikan sebesar Rp20,85 triliun.  Insentif ini diberikan dalam bentuk pembebasan pajak atau pajak yang ditanggung pemerintah untuk vaksin dan alat kesehatan. Kemudian untuk anggaran penanganan kesehatan lainnya seperti testing, tracing, dukungan gugus tugas dan penanganan kesehatan di daerah dialokasikan sebesar Rp45,93 triliun.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.