Trending

  • Selasa, 29 November 2022

Internasional

  • 0 Komentar

Polisi India Tangkap Pemimpin Pemuda Partai BJP karena Komentar Anti-Muslim

Polisi India Tangkap Pemimpin Pemuda Partai BJP karena Komentar Anti-Muslim
Harshit Srivastava (Foto: Twitter/Harshit28317688)

Penulis: Intan Kusumawardani

TVRINews, India
Polisi di India utara menangkap seorang pemimpin pemuda dari partai penguasa Ultranasionalis Hindu karena memposting komentar anti-Muslim di media sosial.

Harshit Srivastava, seorang pemimpin pemuda dari Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, ditangkap di Kota Kanpur. Penangkapan ini terjadi menyusul ketegangan komunal pekan lalu, selama protes oleh umat Islam atas komentar anti-Islam.

"Kami menangkap politisi lokal karena membuat pernyataan yang menghasut terhadap Muslim," kata Prashant Kumar, seorang pejabat senior polisi, Rabu (8/6/2022).

Baca Juga: Pejabat BJP Hina Alquran dan Nabi Muhammad, Pemerintah India Redam Kemarahan Masyarakat Dunia

Dilansir dari Reuters, adanya kemarahan oleh masyarakat lokal terjadi setelah para pemimpin dari negara-negara Islam seperti Qatar, Arab Saudi, UEA, Oman, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Iran dan Afghanistan menuntut permintaan maaf dari pemerintah India dan memanggil diplomat untuk memprotes pernyataan anti-Islam tersebut.

Kontroversi tersebut telah menjadi tantangan diplomatik bagi Modi yang dalam beberapa tahun terakhir telah memperkuat hubungan kuat dengan negara-negara Islam.

Baca Juga: Anggota DPR Fraksi PDI-Perjuangan, Sentil Erick Thohir Soal Absennya BUMN di Formula

Dengan adanya kontroversi tersebut untuk pertama kalinya para pemimpin asing menentang atas penghinaan yang dialami oleh komunitas minoritas (Muslim) di India. 

"Suara kami akhirnya didengar, hanya para pemimpin dunia yang dapat mendorong pemerintah Modi dan partainya untuk mengubah sikap mereka terhadap Muslim," tutur Ali Asghar Mohammed, salah seorang yang menjalankan kelompok hak sukarela untuk Muslim di Kota Mumbai.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.