Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Kerugian Negara Dugaan Korupsi Replanting Sawit Bengkulu Utara Capai Rp9 Miliar Lebih

Kerugian Negara Dugaan Korupsi Replanting Sawit Bengkulu Utara Capai Rp9 Miliar Lebih
Kerugian Negara Dugaan Korupsi Replanting Sawit Bengkulu Utara Capai Rp9 Miliar Lebih

Penulis: Agus Topo 
TVRINews, Jakarta

Hasil audit BPKP perwakilan Bengkulu yang diterima penyidik Pidsus Kejati Bengkulu, menyebutkan kerugian keuangan negara pada kasus dugaan korupsi replanting sawit Bengkulu Utara 2019-2020 mencapai Rp9 miliar lebih.

Kasi Penkum Kejati Bengkulu Ristianti Andriani mengatakan keempat tersangka dugaan korupsi replanting sawit Bengkulu Utara yakni AS selaku Ketua Kelompok Tani Rindang Jaya, Sekretaris Kelompok Tani Rindang Jaya berinisial ED.

Ada juga Bendahara Kelompok Tani Rindang Jaya berinisial SO, dan Kepala Desa Tanjung Muara berinisial PR melakukan pemalsuan dokumen identitas penerima program replanting sawit seperti kartu keluarga dan KTP.

"Jumlah dokumen kartu keluarga dan KTP penerima program replanting sawit Bengkulu Utara tahun 2019-2020 yang dipalsukan oleh empat tersangka yakni sebanyak 490 lembar dokumen identitas para anggota kelompok tani Rindang Jaya, Desa Kinal Jaya," kata Ristianti Andriani kepada TVRINews.com, Rabu (28/9/2022). 

Sementara Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Bengkulu, Danang Prasetyo mengatakan langkah selanjutnya usai menerima hasil audit BPKP, pihaknya akan segera melakukan pelimpahan tahap satu keempat tersangka ke tim JPU. 

"Hasil audit BPKP sebesar Rp9 miliar lebih tersebut murni hasil pemalsuan dokumen yang dilakukan keempat tersangka, dan tidak ada relevansinya dengan Rp13 miliar uang yang disita tim penyidik dari rekening kelompok tani Rindang Jaya," kata Danang Prasetyo 

Danang Prasetyo menyebutkan penyidikan dugaan korupsi replanting sawit Bengkulu Utara 2019-2020 tidak berhenti sampai empat tersangka saja dan akan ada banyak pihak lainnya yang nantinya bakal ditetapkan sebagai tersangka tambahan dalam kasus tersebut.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.