Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Mantan Ketua DPRD Lebong Dituntut Hukuman Penjara 1 Tahun Lebih

Mantan Ketua DPRD Lebong Dituntut Hukuman Penjara 1 Tahun Lebih
Dalam sidang lanjutan dugaan korupsi dana sekretariat DPRD Lebong tahun 2016 yang digelar Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu dengan Hakim Ketua Dicky Wahyudi Susanto, JPU Kejari Lebong menuntut mantan

Penulis: Agus Topo

TVRINewsBengkulu


Dalam sidang lanjutan dugaan korupsi dana sekretariat DPRD Lebong tahun 2016 yang digelar Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu dengan Hakim Ketua Dicky Wahyudi Susanto, JPU Kejari Lebong menuntut mantan Ketua DPRD Lebong Teguh Raharjo, terdakwa Supriono selaku mantan Sekwan dan Heri Antoni mantan Bendahara Sekwan DPRD Lebong dengan hukuman pidana masing masing selama 1 tahun 3 bulan penjara denda Rp50 juta subsider 3 bulan penjara. 

Untuk dua terdakwa lainnya, yakni Mahdi mantan Waka 1 dan Asman Maidolan mantan waka 2 DPRD Lebong di tuntut JPU dengan hukuman pidana selama 1 tahun 6 bulan penjara denda Rp50 juta ditambah uang  pengganti sebesar Rp l144 juta subsider 6 bulan penjara. 

Tuntutan Mahdi dan Asman Maidolan lebih berat dari ke-3 terdakwa lainnya karena keduanya sama sekali tidak membayar kerugian keuangan negara.

"Ke 5 terdakwa berdasarkan fakta persidangan terbukti sah melanggar pasal pasal 3 uu nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," kata Yandres JPU kejari Lebong. 

"Namun untuk tuntutannya, terdakwa Mahdi dan Asman Maidolan lebih berat karena keduanya sama sekali tidak membayar kerugian keuangan Negara. Sedangkan 3  terdakwa lainnya, yakni Teguh Raharjo,  membayar dengan menitipkan uang pada JPU sebesar Rp321 juta, Terdakwa Supriono Rp205 Juta dan Heri Antoni Rp215 juta," sambungnya.
 
Sementara dalam pledoi atau pembelaan ke-5 terdakwa melalui pengacara mereka meminta pada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu untuk membebaskan dari segala tuntutan JPU.

Untuk diketahui dalam dugaan korupsi anggaran Sekretariat DPRD Lebong tahun 2016 dari hasil audit BPKP, Negara mengalami kerugian sebesar Rp1,29 miliar.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.