Trending

  • Minggu, 27 November 2022

Metro

  • 0 Komentar

Tolak Tambang Pasir Besi, Kantor Bupati Seluma Didemo

Tolak Tambang Pasir Besi, Kantor Bupati Seluma Didemo
Tolak Tambang Pasir Besi, Kantor Bupati Seluma Didemo

Penulis: Taufan Libero

TVRINews, Bengkulu

 

Ratusan Warga dari berbagai desa di kawasan pesisir pantai Kabupaten Seluma, kembali melakukan aksi demonstrasi. Warga meminta Bupati Seluma bertindak agar tambang pasir besi dihentikan dan tidak beroperasi. Demonstran terdiri dari warga desa Pasar Seluma, Penago, Margo Sari, dan desa lainnya.

Warga menyatakan menolak keberadaan tambang milik PT. Faminglevto Bakti Abadi, dan meminta agar segera angkat kaki dari Kabupaten Seluma. Tak hanya karena merusak lingkungan, menurut warga adanya tambang pasir besi membuat konflik sosial dj tengah masyarakat. Banyak masyarakat yang pro dan kontra, yang saat ini berbeda pendapat mengenai keberadaan tambang.

“Setelah sempat konflik sosial sebelas tahun lalu, kondisi masyarakat sudah kembali kondusif. Tetapi karena adanya aktivitas pertambangan ini akan memicu kembali konflik sosial, dampak adat. Kami tidak menginginkan masyarakat itu terpecah belah, tetapi harus bersatu,” jelas Turiman Djarot, salah satu warga.

Bupati Seluma Erwin Octavian saat dikonfirmasi pada Kamis (6/1/2022) menyatakan, saat ini pihaknya telah menyusun surat untuk perusahaan dan pihak terkait, agar operasional tambang segera dihentikan sementara. Hal itu dilakukan guna mencegah konflik sosial semakin meruncing, dan kerasnya penolakan masyarakat.

“Kami mengimbau agar pihak perusahaan menghentikan kegiatan sementara, kami juga meinta masyarakat untuk menahan diri, agar permasalahan ini dapat diselesaikan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Erwin.

Adapun warga menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi, mengenai keberadaan tambang. Suara penolakan telah disampaikan sejak beberapa bulan terakhir, mulai dari melakukan dialog dengan pemerintah daerah, orasi, hingga demonstrasi ke pihak perusahaan dan pemerintah.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.