Trending

  • Kamis, 30 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Polres Sukabumi Kota Ajak Geng Motor Lakukan Kegiatan Positif (3)

Polres Sukabumi Kota Ajak Geng Motor Lakukan Kegiatan Positif (3)
Polres Sukabumi Kota Ajak Geng Motor Lakukan Kegiatan Positif (3)

Reporter: Fera Belinda

TVRINEWS, Sukabumi

Mendirikan Rumah Kreatif Milenial (RKM) Polres Sukabumi Kota merupakan upaya preemtif melalui pendekatan ekonomi yang digagas AKBP. Sumarni Kapolres Sukabumi Kota untuk mengajak mantan anggota geng motor melakukan kegiatan positif. Kapolres menyatakan keprihatinannya karena sebelumnya anak-anak yang masih usia sekolah ini justru terjerumus pada tindakan melawan hukum.

"Kita miris kenapa anak-anak muda yang harusnya belajar, punya sifat-sifat idealis tapi berkelakuan seperti kriminal. Makanya saya mendirikan Rumah Kreatif Milenial Polres Sukabumi Kota," ujar AKBP Sumarni kepada TVRINews.com, Sabtu (05/06/2021). 

Sebelum masuk ke RKM, mereka (mantan anggota geng motor) telah mendapatkan pembinaan agama dan moral melalui Satbimas Polres. 

Di tempat ini (RKM), Kapolres menginginkan mereka melakukan kegiatan positif dengan pelatihan kewirausahaan agar bisa berkreasi dan berinovasi, seperti pelatihan pembuatan jumputan, batik eco print, telor asin, sablon kaos, makanan/minuman (barista coffe), dan juga budaya (tarian). Untuk pelatihan ini, Polres Sukabumi Kota mendatangkan langsung pelatih/mentor yang ahli dibidangnya seperti pelatih jumputan dari Yogyakarta dan disupport Dekranas Pusat.

Kapolres mengapreasi ternyata kerajinan yang dihasilkan anak-anak mantan anggota geng motor ini tidak kalah dengan yang ada di pasaran. Bahkan beberapa kali Kapolres menggagas pameran hasil karya mereka secara langsung maupun online menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19.

"Hasilnya bagus-bagus kita pamerkan langsung dan online. Kita juga buat pasar online dengan nama Bageur Box untuk menampung produk-produk mereka, selain produk UMKM yang ada di Kota Sukabumi. Kita pameran beberapa kali di market place, RKM dan hotel-hotel yang ada di sini. Ternyata hasilnya bagus dan kreatifitasnya tidak kalah dengan yang lain. Hanya perlu sentuhan dan wadah utk mengakomodir mereka," terang Kapolres Sukabumi Kota.

Pembinaan pelatihaan kewirausahaan ini telah masuk angkatan ketiga dengan jumlah antara 30-40 orang setiap angkatan. Kapolres mengakui pembinaan pelatihan ini memiliki tantangan. Dari jumlah tersebut ada beberapa yang tidak disiplin dan tidak bertahan. Adapun dari pelatihan yang diberikan, ada juga yang telah mandiri. Bagi mereka yang telah mandiri, polisi melibatkan mereka untuk menjadi tutor/pelatihan di angkatan selanjutnya dan di tempat-tempat lain seperti pondok pesantren. 

"Kita ajak jadu tutor angkatan berikutnya dan di tempat lain seperti pondok pesantren agar mereka merasa memiliki nilai. Ketika mereka melakukan sharing knowledge ke santri otomatis dia akan merasa saya tidak memungkin berbuat yg tidak benar lagi karena sudah jadi tutor anak-anak santri," tutupnya.

Editor: Eggi Paksha


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.