Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

47 Sekolah Dasar di Cianjur Ajukan Merger

47 Sekolah Dasar di Cianjur Ajukan Merger
47 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Cianjur mengajukan merger (penggabungan), karena jarak yang berdekatan antar sekolah serta jumlah siswa yang sedikit.

Penulis: Yoga Andika Putra 

TVRINews, Cianjur 

 

47 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Cianjur mengajukan merger (penggabungan), karena jarak yang berdekatan antar sekolah serta jumlah siswa yang sedikit.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Cianjur, Yazid Ahmad mengatakan, saat ini terdapat 1.252 Sekolah Dasar di Kabupaten Cianjur.

"Tapi nanti akan berkurang karena ada beberapa sekolah yang mengajukan merger. Sudah kami proses artinya sudah berjalan mulai kami verifikasi ke sekolah yang mengajukan merger itu," kata dia kepada Tvrinews.com di ruangannya, Senin (10/01/2022). 

"Pertimbangannya adalah, kenapa mereka mengajukan merger, itu dalan rangka efisiensi dan efektifitas. Karena banyak sekolah yang seampar, misalnya di satu komplek ada dua sekolah, tapi sekolah tersebut siswanya hanya sedikit kemudian lokasinya sangat berdampingan," jelasnya.

Dia melanjutkan, inisiatif dari pihak sekolah, orangtua, siswa dan komite dilibatkan dari hasil musyawarah di masing-masing lokasi, yaitu yang mengajukan merger. Terfapat berita acaranya untuk ditindaklanjuti permohonan merger tersebut, layak atau tidak untuk dimerger.

"Tapi dari sekian yang mengajukan merger memang kelihatannya sangat realistis, dan itu akan bisa meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembelajaran," kata dia.

Yazid menjelaskan, pihaknya sudah melakukan verifikasi hampir ke semua lokasi. Kemungkinan ada tidak disetujui ketika lokasinya tidak satu ampar, atau satu komplek dan berjauhan. 

"Itu akan kami pertimbangkan, karena di samping jumlah siswa juga lokasi serta jumlah pengajar jadi bahan utama untuk kriteria," ungkap Yazid.

Kemudian, kata dia, jumlah siswa kalaupun sedikit, tetapi komunikasi sekolah yang di lokasi itu jumlah penduduknya sedikit, akan tetap dilayani.

"Karena kewajiban pemerintah untuk melayani pendidikan di seluruh wilayah geografis yang ada di kita. Karena kita itu dari daerah-daerah terpencil memang bukan siswanya tidak ada, tetapi karena penduduknya sedikit kita tetap wajib layani," pungkasnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.