Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Kasus Omicron di Indonesia Jadi 318 Orang, 99 Persen Pasien Tanpa Gejala/Ringan

Kasus Omicron di Indonesia Jadi 318 Orang, 99 Persen Pasien Tanpa Gejala/Ringan
Ilustrasi : Omicron

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

 

Kementerian Kesehatan kembali mengumumkan kasus konfirmasi varian Omicron bertambah sebanyak 57 orang per Jumat (07/01/2022). Sehingga, secara keseluruhan kasus varian Omicron di Indonesia sebanyak 318 orang. 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi merekomendasikan perawatan berupa perubahan tata laksana pada pasien asimtomatik dan gejala ringan. Sebagai contoh penambahan obat Molnupiravir dan Paxlovid untuk gejala ringan. 

"Selain itu, perlu penyiapan isolasi terpusat di DKI Jakarta dan aktivasi program telemedicine untuk isolasi mandiri di DKI Jakarta. Pasien dengan komorbid dengan tingkat keparahan apa pun dirawat di rumah sakit," kata Nadia, Sabtu (08/01/2022). 

Sebagian besar pasien terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap dan tidak bergejala sampai bergejala ringan. Artinya dengan vaksinasi dapat mengurangi tingkat keparahan akibat Covid-19. 

Sehingga, upaya vaksinasi saja tidak cukup. Maka, Kemenkes mengimbau vaksinasi juga harus dibarengi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal ini penting dilakukan untuk menjamin seseorang aman dari tertular maupun menularkan Covid-19 kepada orang lain.

Penambahan 57 orang itu terdiri dari tujuh orang transmisi lokal dan 50 orang pelaku perjalanan luar negeri. Secara keseluruhan kasus transmisi lokal, kini berjumlah 23 orang dan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang. 

Secara kumulatif kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Sebanyak 99% kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. 97% kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak 4,3% kasus memiliki komorbid seperti Diabetes Melitus dan Hipertensi, serta satu persen kasus membutuhkan terapi oksigen. 

Kemenkes juga merekomendasikan asesmen kebutuhan konsentrator oksigen atau isotank di daerah dengan peningkatan kasus perawatan seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi Utara. Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk dan pilek.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.