Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Buka Hakordia di KPK, Presiden Jokowi Apresiasi Pencapain Pemulihan Aset Negara

Buka Hakordia di KPK, Presiden Jokowi Apresiasi Pencapain Pemulihan Aset Negara
Jokowi mengatakan pada semester pertama tahun 2021 misalnya Kejaksaan Agung berhasil mengembalikan sekitar Rp15 triliun kerugian negara dari penanganan kasus korupsi

Penulis: Irwan Sulistiyo

TVRINews, Jakarta

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Jokowi mengapresiasi capaian pemulihan aset dan peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum.

“Penindakan terhadap tindak pidana korupsi sangat penting untuk menyelamatkan uang negara dan mengembalikan kerugian negara", kata Presiden saar membuka  Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2021, di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (09/12).

Lebih lanjut Jokowi mengatakan pada semester pertama tahun 2021 misalnya Kejaksaan Agung berhasil mengembalikan sekitar Rp15 triliun kerugian negara dari penanganan kasus korupsi. Jumlah yang lebih besar juga dilakukan KPK kepada negara. 

“Asset recovery dan peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga harus diutamakan untuk penyelamatan dan pemulihan keuangan negara, serta memitigasi pencegahan korupsi sejak dini,” ucap Jokowi.

Presiden mendorong segera ditetapkannya Undang-Undang (UU) Perampasan Aset Tindak Pidana. UU tersebut diperlukan agar penegakan hukum yang berkeadilan dapat terwujud secara profesional, transparan, dan akuntabel serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya juga mendorong KPK dan Kejaksaan Agung agar semaksimal mungkin menerapkan dakwaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk memastikan sanksi pidana dengan tegas, dan yang terpenting untuk memulihkan kerugian keuangan negara,” ujar Jokowi.

Dalam sambutannya, Presiden juga mengatakan bahwa pemberantasan korupsi tidak boleh diidentikan dengan penangkapan. Pencegahan merupakan langkah yang lebih fundamental dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Penanaman budaya antikorupsi sejak dini merupakan bagian penting dari pemberantasan korupsi. Membangun kesadaran diri adalah kunci mental antikorupsi,” tutur Jokowi.

Presiden menginstruksikan pelayanan harus lebih cepat dan efisien tanpa adanya ongkos-ongkos khusus. Gunakan teknologi untuk digitalisasi, standardisasi, dan transparansi guna menghindari penyimpangan. Perkuat implementasi sistem penanganan perkara terpadu, tingkatkan integritas aparat penegak hukum, dan kita harapkan bisa menutup celah-celah penyalahgunaan wewenang dan perilaku korupsi.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.