Trending

  • Rabu, 29 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

HIPPI Apresiasi Anies Tak Terapkan Lockdown Akhir Pekan

HIPPI Apresiasi Anies Tak Terapkan Lockdown Akhir Pekan
HIPPI Apresiasi Anies Tak Terapkan Lockdown Akhir Pekan

Reporter: Nur Khabibi 

TVRINews, Jakarta 

Pelaku usaha memberikan apresiasi kepada  Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan karena tidak menerapkan lockdown akhir pekan. 

"Ini suatu keputusan yang sangat bijak mengingat keberadaan Jakarta sebagai kota jasa dimana ekonomi Jakarta digerakkan berbagai sektor usaha jasa yang setiap akhir pekan aktivitasnya sangat tinggi," kata Ketum DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang melalui keterangan tertulisnya, Minggu (7/2/2021).

Wacana akan diterapkannya lockdown akhir pekan sempat membuat pelaku usaha khawatir dan galau, mengingat penerapan PSBB yang diperketat saja pelaku usaha sudah membuat omzet menurun.

"Apalagi kalau setiap akhir pekan ada larangan keluar rumah akan membuat pelaku usaha semakin terpuruk dan frustasi. Dengan adanya pengumuman langsung dari Gubernur DKI Jakarta pada hari Jumat 6 Januari 2021 yang memastikan tidak akan menerapkan lockdown pada akhir pekan di Ibu Kota untuk menekan penularan Covid-19 membuat pengusaha lega dan memiliki semangat untuk bertahan," ujar Sarman.

Menurut Sarman, Gubernur Anies memberikan sedikit nafas bertahan bagi pengusaha Mall/pusat perbelanjaan, pusat perdagangan, hotel, restoran, kafe, minimarket, warung, transportasi, pengelola Gedung pertemuan, EO, pedagang pasar, bengkel mobil dan motor dan UKM lainnya yang menggerakkan ekonomi Jakarta di tengah pandemic covid 19.

Anies Baswedan, lanjut Sarman, dapat merasakan psikologi pengusaha saat ini yang sudah sangat di unjung tanduk karena sudah mendekati setahun aktivitas usaha dan bisnis stagnan dengan berbagai kebijakan pembatasan. 

"Setidaknya ada sedikit harapan meraup omzet di akhir pekan di tengah pembatasan jam opersional yang ada untuk menyambung nafas usaha untuk mampu bertahan sambil menuggu badai covid 19 berlalu. Banyak pelaku usaha yang berinovasi yang tadinya di bisnis travel atau pedagang fashion membuka usaha kuliner atau menjual makanan serta minuman dan omzet mereka lumayan meningkat setiap akhir pekan,bisa dibayangkan jika lockdwn diberlakukan akhir pekan,"kata Sarman. 

Sarman memaparkan, selama ini pertumbuhan ekonomi Jakarta selalu di atas rata rata pertumbuhan ekonomi nasional,tapi sebagai dampak covid-19 ekonomi Jakarta terjun bebas dengan pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi. 

"Bahkan pada kuartal II-2020 minus 8,22% dan kuartal III-2020 menguat minus 3,82%. Untuk kuartal IV-2020 yang baru saja dipublis BPS DKI Jakarta menguat minus 2,14%,dengan demikian secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Jakarta selama Januari-Desember 2020 minus 2,36% sedikit diatas pertumbuhan PDB Nasional minus 2,07%,"terang Sarman. 

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.