Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Olahraga

  • 0 Komentar

174 Orang Meninggal, Presiden FIFA Sebut Tragedi Kanjuruhan di Luar Pemahaman

174 Orang Meninggal, Presiden FIFA Sebut Tragedi Kanjuruhan di Luar Pemahaman
Presiden FIFA Gianni Infantino

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

Tragedi Kanjuruhan telah menarik perhatian dunia. Kericuhan yang terjadi pasca pertandingan Liga 1 2022/2023 antara Arema Malang FC melawan Persebaya Surabaya telah menewaskan 174 orang pecinta sepak bola, Sabtu (1/10/2022).

Hal ini terjadi usai kekalahan yang diderita oleh tim Singo Edan atas rival sekotanya tersebut dengan skor akhir 2-3. Ribuan supporter memutuskan untuk turun ke lapangan sebagai bentuk aksi protes, setidaknya sampai Minggu (2/10) pukul 1.00 WIB dini hari.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut tragedi ini sebagai hari yang gelap untuk sepak bola. Namun, hal ini di luar pemahaman. Pasalnya, FIFA telah menetapkan dalam statutanya tidak memperkenankan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa di dalam stadion.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Imbas Tragedi Kanjuruhan, Pertandingan Persib Bandung Lawan Persija Jakarta Ditunda

“Ini adalah hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan sebuah tragedi di luar pemahaman. Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan teman-teman para korban yang kehilangan nyawa setelah insiden tragis ini,” kata Gianni dalam keterengan resmi FIFA yang dilansir TVRINews.com, Minggu (2/10).

Sebagai bentuk pembelaan, petugas menembakkan gas air mata dalam upaya untuk membubarkan pendukung gelisah dari tim tuan rumah yang kalah yang menyerbu lapangan setelah peluit akhir di Kanjuruhan.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Menkopolhukam: Bukan Bentrok Antar Suporter

Banyak korban di rumah sakit terdekat mengalami trauma, sesak nafas, dan kekurangan oksigen, karena banyaknya orang di tempat kejadian yang terkena gas air mata. Presiden FIFA mendoakan agar bagi mereka yang terdampak bisa melewati masa sulit ini.

“Bersama FIFA dan komunitas sepak bola global, semua pikiran dan doa kami bersama mereka yang telah menjadi korban. Terluka, bersama rakyat Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI), dan Liga Sepak Bola Indonesia (Liga 1), pada masa yang sulit ini,” ujar Gianni.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.