Trending

  • Selasa, 27 September 2022

Metro

  • 0 Komentar

Telan Biaya Rp50 Miliar, Gedung  Pemda II Karawang Tak Terawat

Telan Biaya Rp50 Miliar, Gedung  Pemda II Karawang Tak Terawat
Gedung Pemda II Karawang yang pembangunannya menelan anggaran hingga Rp 50 miliar belakangan menjadi sorotan publik.

Penulis : Toni Triyadi
TVRINews, Karawang

 

Gedung Pemda II Karawang yang pembangunannya menelan anggaran hingga Rp 50 miliar belakangan menjadi sorotan publik.

Bangunan megah berlantai empat tersebut semakin tidak nyaman ketika dikunjungi masyarakat. Dari mulai lantai yang kotor, hingga kondisi lift yang sudah tidak berfungsi lagi. Padahal, bangunan tersebut  diperuntukan sepenuhnya untuk pelayanan publik.  

 Bahkan, gedung tersebut saat ini telah difungsikan sebagai Kantor Dinas di Pemerintah Kabupaten Karawang, di antaranya, Kantor Dinas Perhubungan dan Kantor Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP). 

Pengamat pemerintahan, Asep Agustian menyebut sejak Februari 2018, setelah gedung ini diresmikan, perawatan gedung Pemda II justru tidak berjalan dengan baik.

"Bagaimana mau ditambah pelayanan di sana. Sekarang yang konteksnya semua dinas yang ada di sana gemuk semua toh tidak terawat, karena pejabat di sana tidak ada rasa memiliki terhadap gedung tersebut, ya tetap bakal hancur dan tidak terawat," tegasnya, Kamis (06/01/2022).

Bahkan, saat ini beberapa ruangan kondisinya bocor saat hujan.

"Emang ini gedung sudah berdiri berapa tahun, masa iya kotor dan bau. Silahkan cek aja sendiri, apalagi ketika hujan bocor. Belum lagi kondisi toiletnya yang memprihatinkan," ujarnya. 

Melihat kondisinya yang tidak terawat seperti itu, ia mempertanyakan soal kabar anggaran Rp 2 miliar untuk pemeliharaan gedung tersebut.

"Ingat ini uang rakyat, kegunaannya harus dimanfaatkan sebaik mungkin, masa iya hanya untuk memperbaiki seperti halnya lift susahnya minta ampun. Padahal anggaran pemeliharaan yang konon katanya menelan biaya Rp 2 milyar," ungkapnya

Selain itu, pria yang akrab di sapa dengan Askun ini menduga anggaran perawatan gedung Pemda II Karawang tidak sesuai ketentuan hukum.

"Kita pertanyakan kemana itu anggarannya ? kan gitu, apa untuk memperkaya diri sendiri ataupun kelompok nih, kemana kah uang itu ?", timpalnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang Rahmat Gunadi menyebut, sampai saat ini untuk perawatan gedung  masih dibebankan ke masing-masing Dinas yang mengisi bangunan Pemda II tersebut. 
Ia pun mengaku, tidak mengetahui soal adanya anggaran pemeliharaan untuk gedung tersebut.

"Selama ini kami merawat dan membersihkan bangunan hanya untuk internal masing-masing dinas saja, dan sampai saat ini kami pun tidak mengetahui apakah ada anggaran untuk pemeliharaan gedung ini", ungkap Gunadi.

Ketua Komisi III DPRD Karawang, H. Endang Sodikin mengatakan, perawatan gedung Pemda II seharusnya selesai di tahun ini sehingga ketika SOTK yang baru kemarin dilaksanakan pelantikan & Pengukuhan  akhir tahun 2021 ini bisa berjalan efektif.

"Akan tetapi tahun 2021 TAPD bersama PUPR tidak menganggarkan rehabilitasi Pemda II, meskipun kami di Banggar menyarankan. Tetapi masih beralasan pandemi dengan keterbatasan anggaran yang ada, hanya pada tahun 2022 ini mulai di posting untuk anggaran rehabilitasi Pemda 2 tersebut", ujar Endang.

Lebih lanjut Endang mengatakan, Pemda II adalah sebuah kegagalan perencanaan Dinas PUPR.

"Pemda II menurut saya adalah kegagalan perencanaan Dinas PUPR yang seharusnya Pemda II itu menjadi program strategis Daerah Karawang karena menghabiskan anggaran 50 Milyar",

"Seharusnya bangunan yang megah itu untuk pelayanan masyarakat, karena masyarakat akan mudah mengurus beberapa hal. Karena OPD berada disana jadi sekali ke Karawang masyarakat dapat mengurusi kepentingannya beberapa urusan. Tapi sekarang belum bisa karena beberapa ruangan belum bisa dipakai,dan beberapa Dinas pun masih mengeluhkan ruangan yang bocor", pungkasnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.