Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Uang Korupsi Dipakai Bripka Bambang Rudiansyah buat Main Judi Online

Uang Korupsi Dipakai Bripka Bambang Rudiansyah buat Main Judi Online
Uang Korupsi Dipakai Bripka Bambang Rudiansyah buat Main Judi Online

Penulis: Agus Topo

TVRINews, Bengkulu

Dalam sidang virtual yang digelar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu dengan Hakim Ketua Dwi purwanti, pada Selasa ( 7/9/2021) Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Bengkulu menjatuhkan tuntutan terhadap Bripka Bambang Rudiansyah terdakwa kasus dugaan korupsi anggaran operasional Polres Lebong tahun 2020 sebesar Rp3 miliar dengan  hukuman pidana selama 6 tahun penjara ditambah denda Rp300 Juta  subsider 3 bulan kurungan.

Terdakwa Bripka Bambang Rudiansyah oleh JPU Kejati Bengkulu dinyatakan terbukti sah melakukan penggelapan dan pemalsuan dokumen pencairan dana rutin Polres Lebong Januari hingga Juni 2020 sebesar Rp3 miliar lebih dan tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh terdakwa. 

Dari pengakuan terdakwa pada saat di tingkat penyidikan uang Rp3 miliar rupiah lebih tersebut dihabiskannya untuk main judi online. Untuk Itu, JPU Kejati Bengkulu menuntut terdakwa Bripka Bambang Rudiansyah dengan pasal berlapis, yakni pasal 8 dan 9 Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi  dan pasal 3 Undang-undang nomor  8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. 

Kasi Penkum Kejati Bengkulu Ristianti Andriani mengatakan ada beberapa hal memberatkan yang menjadi pertimbangan JPU sehingga terdakwa Bambang Rudiansyah dituntut 6 tahun penjara.

"Berbagai hal yang memberatkan terdakwa Bripka Bambang Rudiansyah diantaranya perbuatan terdakwa merugikan negara sebesar Rp3 miliar lebih, terdakwa tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan menghambat program pembangunan pada Satuan Kerja (Satker) terdakwa bekerja,terdakwa merusak citra Polri dan perbuatan terdakwa tidak mencontohkan suri tauladan yang baik bagi aparat penegak hukum,"tegas Ristianti Andriani.


Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.