Trending

  • Senin, 30 Mei 2022

Metro

  • 0 Komentar

Tidak Ada Jembatan, Warga Perbatasan Situbondo Nekat Seberangi Sungai

Tidak Ada Jembatan, Warga Perbatasan Situbondo Nekat Seberangi Sungai
Warga Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, terpaksa harus menuruni sungai agar bisa sampai ke desa seberang, yakni Desa Keladi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Bondowoso

Penulis: Basri A

TVRINews, Situbondo

 

Di tengah pembangunan di segala bidang, ternyata masih ada masyarakat desa yang tertinggal. Seperti yang dialami warga yang tinggal di perbatasan Situbondo dengan Bondowoso yang harus menyeberangi sungai karena tidak adanya jembatan penghubung.

Warga Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, terpaksa harus menuruni sungai agar bisa sampai ke desa seberang, yakni Desa Keladi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Bondowoso. Hal itu dilakukan karena tidak adanya jembatan penyeberangan atau penghubung antar desa.

Parahnya, warga yang menyeberang di sungai ini bukan berjalan,  melainkan naik sepeda motor karena tujuan mereka cukup jauh. Tak jarang, sepeda motor yang mereka kendarai tiba-tiba mogok saat berada di dasar sungai,  hingga akhirnya ada warga yang mau membantu mendorong, hingga sepeda motor kembali berjalan.

Seperti yang diungkapkan Suyanto, warga Desa Curah Tatal,.

“ Wah susah pak, jika banjir sussah kita ngga bisa nyeberang. Ini jalan menuju Bondosowo. Maunya sih kita berharap kepada pemerintah ada jembatan. Jembatan ini akses utama kita menuju belanja ke pasar lewat sini, juga jualan lewat sini. Ini menghubungkan dua kabupaten, Situbondo dan Bondowoso. Apalagi saat ini musim hujan," katanya.

Warga memilih jalur alternatif ini karena dianggap lebih dekat dan tidak membutuhkan waktu lama agar sampai di tempat tujuan.

Meski sering kali membahayakan karena datangnya musim hujan, jalur ini tetap menjadi pilihan warga. Sedangkan jalur lainnya, yakni jalan utama menuju ke daerah seberang membutuhkan waktu sekitar satu jam, dan warga sering melewatkannya dan memilih jalan dasar sungai ini.

Warga desa biasa melintas di jalur ini setiap pagi dan sore hari,  mengingat aktivitas mereka cukup tinggi. Warga berharap agar ada perhatian dari pemerintah daerah untuk segera membangun jembatan di tempat ini.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.