Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Redaksi Nasional

  • 0 Komentar

Jadi Buah Tangan TIIMM G20, Pamor Kain Endek dan Kerajinan Perak UKM Bali Kian Mendunia 

Jadi Buah Tangan TIIMM G20, Pamor Kain Endek dan Kerajinan Perak UKM Bali Kian Mendunia 
Foto: Dok. KBRI Prancis

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Badung

Setelah jadi sorotan dunia saat rumah model Dior menggunakan kain Endek dalam rancangan busananya di Paris Fashion Week 2020 lalu, kini pamor kain Endek kembali mendunia. 

Kain khas Bali ini akan menjadi  buah tangan para delegasi Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) yang berlangsung di Nusa Dua, Bali. 

Kerajinan kayu yang dikombinasikan dengan perak juga akan menjadi cendera mata gelaran TIIMM.  

“Endek merupakan kain tradisional Bali yang kita banggakan. Diharapkan para delegasi akan terkesan dengan cendera mata ini karena buatan tangan sehingga motifnya akan berbeda satu sama lain. Dalam setiap kemasan kita selipkan teks yang menceritakan makna dan sejarah singkat kain Endek," kata Sekretaris Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional, Ari Satria, di Nusa Dua, Bali, Kamis (22/9/2022).

Kain Endek menjadi bagian dari keseharian masyarakat Bali sejak pertama dikembangkan pada abad ke-16 lalu. Endek berasal dari "Gendekan" atau "Ngendek" yang bermakna diam atau tetap. Artinya, bahan kain Endek tidak akan berubah warna. 

Kain Endek yang dipilih merupakan karya salah satu kelompok perajin dari komunitas di Kampung Usaha Kecil Menengah (UKM) Desa Geringsing, Karangasem, Bali. 

Desa Geringsing sendiri merupakan daerah yang sangat terkenal kaya para perajin dan karya seni warisan budaya, seperti kain Endek dan kain Gringsing. 

"Selain Endek, keindahan karya perajin perak Bali juga cukup dikenal hingga ke mancanegara. Untuk itu, gelaran TIMM juga memasukkan unsur perak ke dalam cendera mata resmi yang akan dibagikan, yaitu berupa kotak kayu yang bisa digunakan sebagai tempat kartu nama," ucap Ari Satria.

Cendera mata asli Bali ini merupakan karya usaha kecil dan menengah (UKM) lokal "Suardana Silver Bali" yang sudah berdiri sejak 1989 di Desa Celuk, Sukawati, Gianyar. 

Pengelola Suardana Silver Bali, Ni Wayan Ita Puspita menceritakan, kerajinan karya UKM-nya khusus dibuat oleh 5 orang perajin untuk acara G20 TIIMM. Bahan bakunya yaitu kayu jati hasil budidaya yang dikombinasikan tulisan dan tatahan ukiran perak Patra Bali buatan tangan yang diproses secara tradisional. 

"Material perak yang kami gunakan tentunya berstandar internasional sterling silver 925," kata Ni Wayan Ita Puspita.  

Kualitas karya perak Suardana Silver Bali telah diakui pasar global dengan pasar ekspor tujuan Thailand, Jepang, dan Hong Kong. Produk ini telah banyak mengikuti pameran di luar negeri seperti International Jewelry Tokyo, International Jewelry Kobe, Big and Bih Bangkok Thailand. Suardana Silver juga rutin mengikuti Trade Expo Indonesia. Ita juga bersyukur UKM-nya dapat ambil bagian dalam gelaran G20.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.