Trending

  • Senin, 30 Mei 2022

Metro

  • 0 Komentar

Pemilik Tanah Tak Merasa Menjual Tanahnya di Munjul kepada PD Sarana Jaya

Pemilik Tanah Tak Merasa Menjual Tanahnya di Munjul kepada PD Sarana Jaya
Pemilik Tanah Tak Merasa Menjual Tanahnya di Munjul kepada PD Sarana Jaya

Reporter: Nur Khabibi

TVRINews, Jakarta 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil enam saksi dalam perkara dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Rabu (10/3/2021).

Salah satu saksi adalah Bendahara Ekonom Kongregasi Suster CB Provinsi Indonesia Fransiska Sri Kustini.

Dwi Rudatiyani, penasihat hukum Fransiska, mengungkapkan, tanah yang menjadi sengketa terletak di Jalan Asri I RT 02/03, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Lahan ini milik Kongregasi Suster CB Provinsi Indonesia. 

Sebagai pemilik, “Suster-suster tidak mengetahui tanah itu dijual kepada Perum PD Sarana jaya,” kata Rudatiyani kepada wartawan seusai pemeriksaan di Gedung KPK, Rabu (10/3/2021).


Awalnya, Kongregasi Suster menjual tanah tersebut kepada Anja Rutuwene pada 25 Maret 2019 di Yogyakarta. Saat ini, Anja sudah ditetapkan menjadi tersangka. 
Tanah seluas 41.921 meter persegi itu dijual dengan harga Rp 2,5 juta per meter persegi.

Jika ditotal, nilainya lebih dari Rp 104 miliar. Disepakati bahwa pembelian tanah itu lunas pembayarannya pada Agustus 2019. 
Kenyataannya, Anja baru membayar sebesar Rp 10 miliar.

“Kami baru terima dua kali pembayaran. Pertama Rp 5 miliar ditransfer pada 25 Maret 2019, dan Rp 5 miliar lagi pada 6 Mei 2019,“ ujar Rudatiyani.

Akhirnya, Kongregasi Suster memutuskan membatalkan jual-beli tersebut.

“Jadi sudah dibatalkan sejak 31 Oktober 2019 dan uang Rp 10 miliar dikembalikan pada 18 Mei 2020,“ kata Rudatiyani. Kemudian Kongregasi Suster melakukan permohonan pembatalan perjanjian jual-beli.

KPK telah menetapkan empat tersangka pada perkara ini. Mereka adalah Direktur Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles, Anja Runtuwene, dan Tommy Ardian. Juga satu tersangka korporasi, PT Adonara Propertindo.

 

Editor : Agus S. Riyanto


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.