Trending

  • Minggu, 27 November 2022

Metro

  • 0 Komentar

Banjir Lahar Dingin Semeru Kembali Terjang Curah Kobokan, Relawan Temukan Satu Jenazah Korban Erupsi Semeru

Banjir Lahar Dingin Semeru Kembali Terjang Curah Kobokan, Relawan Temukan Satu Jenazah Korban Erupsi Semeru
Komandan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Lumajang Peltu Purnawirawan Sugiono

Penulis : Basri A

TVRINews, Lumajang

 

Banjir lahar dingin Gunung Semeru kembali menerjang Curah Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin sore, (17/1/2022).

Banjir setinggi 4 meter itu meluruhkan sisa material Awan Panas Guguran (APG) dan juga akses jalan warga.

Sungai Kali Lanang yang awalnya tertutup sisa Awan Panas Guguran luruh akibat diterjang banjir lahar dingin Gunung Semeru. Berdasarkan rekaman Seismograf milik Pos Pantau Gunung Api Semeru di Gunung Sawur menyebutkan, getaran banjir ini mencapai amplitudo maksimal 35 milimeter.

Sejumlah relawan yang berada di lokasi menyebutkan, banjir ini awalnya hanya di dasar sungai kemudian naik hingga setinggi 4 meter. Akibatnya, sisa Awan Panas Guguran yang terjadi selama ini luruh akibat diterjang banjir lahar dingin. Begitu juga akses jalan alternatif yang menghubungkan Curah Kobokan dengan Dusun Sumbersari dan Dusun Gumuk Mas, juga putus total.

Banjir lahar dingin ini disebabkan curah hujan yang tinggi di kawasan Puncak Gunung Semeru. PVMBG telah menetapkan Gunung Semeru masih dalam status siaga atau level III. Petugas menghimbau agar warga tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang daerah aliran sungai yang dilewati banjir lahar dingin Gunung Semeru.

Sementara itu seorang korban erupsi Gunung Semeru kembali ditemukan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Lumajang di aliran Sungai Besuk Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (17/1/2022) siang. 

Korban berjenis kelamin laki-laki dan langsung dibawa ke RSUD Dokter Haryoto Lumajang untuk proses identifikasi.

Korban tertimbun sisa material Awan Panas Guguran hingga kedalaman sekitar satu meter.  Korban berjenis kelamin laki-laki dan hanya tersisa celana pendek.  Sedangkan bagian tubuh yang lain telah hilang.

Komandan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Lumajang Peltu Purnawirawan Sugiono mengatakan,  awalnya tim relawan hanya menemukan sepotong tulang manusia.  Setelah itu, tim melakukan penggalian selama satu jam hingga berhasil menemukan potongan tubuh yang lain,“ katanya.

"Kami menemukan sepotong tulang diperkirakan itu manusia, setelah itu langsung kita turunkan tim, dan ternyata kami menemukan manusia meski secara wujudnya belum sepenuhnya wujud manusia. Tidak ada tanda tanda atau identitas diri dan hanya tinggal 30 persen potongan tubuh,“ sambungnya. 

Untuk memastikan identitas korban, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Dokter Haryoto Lumajang.  Diperkirakan, korban adalah penambang pasir yang terjebak muntahan Awan Panas Guguran.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.