Trending

  • Selasa, 9 Agustus 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Tegur Pemotor Dekati Perempuan di Jalan, Karyawan Honorer di Tasikmalaya jadi Korban Penganiayaan

Tegur Pemotor Dekati Perempuan di Jalan, Karyawan Honorer di Tasikmalaya jadi Korban Penganiayaan
Kanit Reskrim Polsek Singaparna Bripka Dwi Santoso mengatakan, berdasarkan laporan korban pihaknya telah mendalami tindak pidana penganiayaan di Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna.

Penulis : Yudi Irawan

TVRINews, Tasikmalaya

 

Seorang karyawan Honorer asal Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya Zimy Soeprianto Ramdani (31) menjadi korban penganiayaan orang tidak dikenal.

Dua orang pelaku melakukan penganiayaan secara bersama-sama dengan menggunakan pecahan kaca hingga korban alami luka di bagian kepala.

Kanit Reskrim Polsek Singaparna Bripka Dwi Santoso mengatakan, berdasarkan laporan korban pihaknya telah mendalami tindak pidana penganiayaan di Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna.

"Unit Reskrim Polsek Singaparna turun ke lapangan olah TKP dan didapatkan keterangan-keterangan dari saksi dan korban," kata Dwi, kepada wartawan di Polsek Singaparna. Kamis (13/01/2022).

Menurut Dwi, aksi penganiayaan bermula saat korban yang datang dari arah Tasikmalaya menuju rumahnya,  lalu melihat dua orang pemuda tidak dikenal sedang mendekati seorang perempuan. Kemudian korban, membunyikan klakson motor karena khawatir dua orang tidak dikenal tersebut berbuat tindak pidana kepada perempuan tersebut.

"Kedua pelaku datang dari arah depan, sudah menunggu di pinggir jalan dekat rumah korban. Lalu korban menemui dan bertanya kepada kedua orang tidak dikenal sedang apa?. Jawaban kedua orang tersebut bukan urusan kamu dan saya orang sini, sambil mendorong korban," ujar Dwi, menggambarkan.

Lalu terjadilah penganiayaan oleh kedua orang tersebut. Pelaku satu memegang tangan korban dan satu lagi akan menusuk korban dengan pecahan kaca  ke tubuh korban.

"Namun korban melakukan perlawanan, namun kepala bagian kanannya terkena pecahan kaca sampai terluka, bersimbah darah," papar Dwi.

Pada akhirnya, lanjut Dwi, penganiayaan ini berakhir setelah masyarakat datang dan melerai keributan antara korban dan pelaku yang melakukan penganiayaan.

"Kedua pelaku kemudian kabur, tanpa mengambil satu pun barang berharga milik korban. Hanya melakukan penganiayaan terhadap korban," jelas Dwi.

Dwi menambahkan, dugaan sementara adalah tindak pidana penganiayaan, dengan ancaman pasal 351 dan atau 170 KUHP tentang penganiayaan dan atau pengeroyokan.

 "Unit Reskrim Polsek Singaparna terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap dan upaya paksa menangkap kedua pelaku," Pungkas Dwi.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.