Trending

  • Jumat, 12 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Indonesia Ekspor 1 Juta Liter Reduktan Herbisida "Weed Solut-ion" ke Malaysia

Indonesia Ekspor 1 Juta Liter Reduktan Herbisida "Weed Solut-ion" ke Malaysia
Indonesia Ekspor 1 Juta Liter Reduktan Herbisida "Weed Solut-ion" ke Malaysia

Penulis: Naufal Lanten

TVRINews, Jakarta

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama PT Pandawa Agri Indonesia (PAI) melepas ekspor 1 juta liter produk Reduktan Herbisida “Weed Solut-ion” ke Malaysia di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (30/11).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelepasan ekspor pada Maret 2021 untuk produk reduktan herbisida ke Malaysia sebanyak 20 ton

Adapun produk Reduktan Herbisida merupakan campuran pembasmi hama yang dapat mengurangi penggunaan pestisida hingga 50 persen sehingga memperkecil residu dan ramah lingkungan. 

Reduktan herbisida merupakan inovasi produk lokal yang tercipta dari kekayaan biodiversitas Kabupaten Banyuwangi, yang dapat berkontribusi terhadap pertanian yang berkelanjutan.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (30/11), Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi mengatakan pelepasan ekspor herbisida ini merupakan salah satu bentuk dukungan dari Kemendag terhadap produk inovasi anak bangsa.

Kegiatan ini juga dinilai sejalan dengan visi Kemendag, yaitu peningkatan kesadaran terhadap usaha-usaha lokal untuk berkontribusi dalam menggairahkan perekonomian Indonesia.

“Salah satunya, dengan mengekspor produk akhir tidak hanya sekedar bahan baku atau bahan mentah, sehingga nilai tambah yang didapatkan sangat tinggi,” kata Didi Sumedi.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan menyampaikan pihaknya siap mendukung agar produk ini bisa diekspor ke seluruh dunia, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia juga merupakan negara sumber inovasi yang ramah lingkungan.

Sebab, kata Marlop, Hampir semua kebutuhan industri kimia dalam negeri masih tergantung terhadap impor. Sebanyak 90 persen lebih bahan kimia yang digunakan masih dipenuhi dari luar negeri.

“Pestisida merupakan salah satu dari Industri kimia yang bahan bakunya berasal dari impor. Namun, dengan adanya Weed Solut-ion, proses produksi dari reduktan herbisida ini menjadi proses yang sangat rendah emisi karbon, sehingga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk menurunkan emisi karbon tersebut,” katanya.

CEO PT Pandawa Agri Indonesia, Kukuh Roxa Putra Hadriyono menjelaskan kegiatan ini berawal di tengah krisis karena kenaikan harga pestisida yang terus merangkak naik dan ancaman ketersediaan suplai. Selain itu, petani di seluruh dunia membutuhkan alternatif subtitusi untuk membantu efisiensi biaya guna mengendalikan gulma.

“Imbas kenaikan harga herbisida yang dirasakan secara global, mendorong PAI untuk mulai melakukan ekspansi produksi perusahaan ke depannya,” ujarnya.

Menurut distributor multinasional, lanjut Kukuh, Weed Solut-ion bisa menjadi solusi permasalahan dalam mengurangi dosis penggunaan herbisida hingga 50 persen. Saat ini banyak negara sudah mempunyai regulasi untuk mengurangi penggunaan pestisida, namun belum menemukan solusi yang tepat.

“Selain itu, dasar produk kami yang ramah lingkungan dapat memberikan efisiensi biaya pembelian pestisida hingga 40 persen. Sehingga para distributor berharap, PAI bersedia membuka diri untuk pasar yang lebih luas,” katanya.

Untuk diketahui, total perdagangan Indonesia-Malaysia pada periode Januari—September 2021 tercatat sebesar USD15 miliar atau meningkat 46,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Malaysia sebesar USD 8,70 miliar. Sedangkan, impor Indonesia dari Malaysia sebesar USD 6,34 miliar.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.