Trending

  • Sabtu, 13 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Pimpinan Komisi VI DPR Beri 3 Opsi Penyelamatan Garuda Indonesia

Pimpinan Komisi VI DPR Beri 3 Opsi Penyelamatan Garuda Indonesia
Pimpinan Komisi VI DPR Beri 3 Opsi Penyelamatan Garuda Indonesia

Reporter: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta

Wakil Ketua Komisi VI DPR, Manurung memberikan tiga opsi untuk menyelamatkan PT Garuda Indonesia Tbk., yang saat ini dalam keadaan terpuruk karena diduga memiliki beban hutang mencapai Rp70 triliun.

Hal itu diungkapkan Martin saat menerima audiensi dari Serikat Bersama (Sekber) karyawan Garuda Indonesia. Sekber ini merupakan gabungan dari tiga wadah karyawan maskapai pelat merah itu, yakni Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga), Asosiasi Pilot Garuda (APG), dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi).

"Dari tiga opsi itu, yang pertama manajemen harus membuat minimum operasional Garuda agar bisa berjalan dan tidak mengalami kerugian. Misalnya rute-rute yang dijalani memang harus ada duitnya. Tidak ada lagi rute yang merugi," kata Martin dalam audiensi itu, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Jumat (18/6/2021).

Selanjutnya, adanya opini yang menyatakan bahwa karyawan Garuda lebih banyak dari yang dibutuhkan, Martin meminta isu tersebut harus dibicarakan ke pihak-pihak terkait secara bersama.

"Lalu Garuda ini full service, tidak bisa pesawat ATR dan segala macam jalan, kasih saja ke Citilink karena pasti rugi kalau full service itu dijalani Garuda di rute tipis. Jadi tombol restart pertama, harus sepakati minimum operasionalnya seperti apa?," ujar politisi Fraksi Nasdem itu.

Langkah kedua, Martin menyebutkan Garuda harus melakukan negosiasi ulang dengan lessor atau perusahaan terkait, secara intens dan melaporkannya kepada publik, maupun Komisi VI DPR sebagai wakil rakyat.

"Jangan lagi menganggap ini tidak ada persoalan, dan kita bisa cek harga langsung itu dengan kompetitor," ucap Martin.

Sedangkan yang ketiga, penegakan hukum harus dilakukan, tanpa pandang bulu. Sehingga, tidak ada pembiaran inefisiensi dan segala macam ketidakwajaran keuangan.

"Saya katakan raja tega. Kalau ada miss manajemen, ada kontrak tidak bener, ya diputus, tidak bisa dibiarkan," tuturnya.

"Kalau tiga hal ini sudah dilakukan, baru kita tahu berapa si yang dibutuhkan penyertaan modal negara kepada Garuda untuk dia bertahan," sambung Martin.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memberikan empat opsi untuk menyelamatkan maskapai Garuda Indonesia yang tengah terpuruk saat ini.

Opsi pertama penyelamatan Garuda Indonesia yakni pemerintah terus mendukung dengan memberikan pinjaman atau suntikan ekuitas. Hal ini berkaca dari kasus pada Singapore Airlines asal Singapura, Cathay Pacific asal Hong Kong, dan Air China Airlines asal China.

Namun catatan dalam opsi adalah berpotensi meninggalkan Garuda Indonesia dengan utang warisan yang besar yang akan membuat situasi menantang bagi perusahaan di masa depan.

Kedua, menggunakan hukum perlindungan kebangkrutan untuk merestrukturisasi Garuda Indonesia. Hal ini dilakukan dengan menggunakan legal bankruptcy process untuk merestrukturisasi kewajiban mencakup utang, sewa, dan kontrak kerja.

Kemudian ketiga, merestrukturisasi Garuda Indonesia dan mendirikan perusahaan maskapai nasional baru. Opsi ini mencontoh dari kasus yang terjadi pada Sabena Airlines asal Belgia dan Swissair asal Swiss.

Terakhir opsi keempat, Garuda Indonesia dilikuidasi dan sektor swasta dibiarkan mengisi kekosongan. Lewat opsi melikuidasi Garuda Indonesia, maka pemerintah akan mendorong sektor swasta untuk meningkatkan layanan udara, misalnya dengan pajak bandara atau subsidi rute yang lebih rendah.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.