Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Internasional

  • 0 Komentar

Rusia Klaim Berhasil Kuasai 2 Kota di Ukraina

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Ukraina

 

Pasukan Rusia mengklaim telah menguasai dua kota kecil di wilayah tenggara Ukraina dan Chernobyl daerah sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir. Meski demikian, Rusia mendapat perlawanan keras di tempat lain, mulai dari isolasi diplomatik hingga catatan angka ekonomi Moskow yang mulai tenggelam.

Setelah empat hari invasi, pada hari kelima Rusia mulai berjalan lebih lambat dari yang diperkirakan. Saat ini telah dilaksanakan pembicaraan antara Ukraina dan Rusia di perbatasan dengan sekutu Rusia, yakni Belarusia dengan tujuan agar gencatan senjata dan penarikan pasukan Rusia dapat segera dilakukan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun sesegara mungkin memberikan sanksi yang secara efektif memotong lembaga keuangan utama Moskow dari pasar mata uang Rubel Rusia turun 30 persen terhadap Dollar pada hari ini, Senin (28/2/2022). Bantuan dari negara-negara lain juga sudah mulai berdatangan, seperti pasokan senjata ke Ukraina.

Sebelumnya diberitakan telah terdengar sebuah ledakan pada hari ini di Ibu Kota Ukraina Kiev dan di Kharkiv. Meski demikian, upaya pasukan darat Rusia untuk merebut pusat-pusat kota besar sejauh ini masih bisa ditangkalkan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah mengambil alih kota Berdyansk dan Enerhodar di wilayah tenggara Zaporizhzhya Ukraina serta daerah sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhya, Interfax melaporkan. 

Akan tetapi, Ukraina membantah bahwa pembangkit nuklir itu jatuh ke tangan Rusia. Namun, Kepala Administrasi Regional Donetsk Kyrylenko Pavlo mengatakan telah terjadi pertempuran di sekitar kota pelabuhan Ukraina, Mariupol sepanjang Minggu malam.

Dampak dari invasi besar-besaran ini adalah sedikitnya 102 warga sipil di Ukraina tewas sejak Kamis (24/2/2022), dengan 304 lainnya terluka, tetapi angka sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi. Lebih dari 360.000 orang telah melarikan diri ke negara-negara tetangga.

Seorang pejabat senior pertahanan Amerikan Serikat mengatakan Rusia telah menembakkan lebih dari 350 rudal ke sasaran Ukraina sejak Kamis (24/2/2022) lalu, beberapa di antaranya mengenai infrastruktur sipil.

"Tampaknya mereka mengadopsi mentalitas pengepungan, yang akan diberitahukan oleh setiap siswa taktik dan strategi militer kepada Anda, ketika Anda mengadopsi taktik pengepungan, itu meningkatkan kemungkinan kerusakan tambahan," katanya yang dilansir dari Reuters, Senin (28/2022).


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda