Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Lebih dari 12.000 Warga NTT Masih Mengungsi Akibat Siklon Tropis Seroja

Lebih dari 12.000 Warga NTT Masih Mengungsi Akibat Siklon Tropis Seroja
Lebih dari 12.000 Warga NTT Masih Mengungsi Akibat Siklon Tropis Seroja

Reporter : Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan saat ini lebih dari 12.000 warga Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengungsi di sejumlah titik pengungsian akibat terdampak bencana yang picu oleh siklon tropis Seroja.

"Dari data terakhir BNPB mencatat ada sebanyak 12.334 penyintas. Dari jumlah tersebut, warga yang mengungsi terbesar ada di Kabupaten Rote Ndao sejumlah 5.556 warga, sedangkan di Kabupaten Flores Timur 2.118 warga, Kupang 1.698, Lembata 1.146, Timur Tengah Selatan 690, Belu 644, Sumba Timur 510, Kota Kupang 265, Sabu Raijua 59 dan Ende 20 warga," kata Doni dalam keterangan resminya, Kamis (15/4/2021).

Namun ada beberapa wilayah kabupaten yang terdampak tetapi tidak teridentifikasi adanya pengungsian berada di Malaka, Ngada, Sumba Barat, Sumba Tengah, Alor, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo.

"Sementara itu, total korban akibat kejadian siklon tropis Seroja ini tercatat sebanyak 181 orang meninggal dunia dan hilang 47 orang. Sedangkan warga terdampak mencapai 122.232 KK (428.986 orang). Saat peristiwa terjadi, total korban luka mencapai 258 orang," ujar Doni.

Di samping korban jiwa, bencana yang dipicu siklon tropis Seroja mengakibatkan lebih dari 66.000 rumah rusak dengan tingkat ringan hingga berat. BNPB mencatat total rumah rusak berat 17.124 unit, rusak sedang 13.652 dan rusak ringan 35.733.

Hingga saat ini pemerintah daerah dan berbagai pihak masih melakukan upaya penanganan darurat, seperti pelayanan medis warga, penyelenggaraan dapur umum, pendistribusian logistik, pembersihan lingkungan maupun pembukaan daerah terisolir.

Berdasarkan laporan dari pos komando (posko) utama, jaringan komunikasi sudah kembali normal. PLN mengoptimalkan perbaikan jaringan listrik di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Jaringan listrik di sebagian Kabupaten Flores Timur telah kembali normal, sedangkan jaringan listrik dan telepon di Kabupaten Ngada masih belum optimal.

Selama proses penanganan darurat di wilayah Nusa Tenggara Timur, BNPB terus melakukan koordinasi dan pemantauan. Selain itu, BNPB masih melakukan pendampingan posko di beberapa wilayah terdampak.

 

Editor : Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.