Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Kepala Sekolah di SMPN 2 Pacar Jadi Tersangka Kasus Korupsi 

Kepala Sekolah di SMPN 2 Pacar Jadi Tersangka Kasus Korupsi 
Kepala Sekolah di SMPN 2 Pacar Jadi Tersangka Kasus Korupsi 

Penulis: Alexandro Hatol 

TVRINews, Kab. Manggarai Barat

Dari hasil penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi, penyalagunaan bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP) dan dana Bos tahun 2018-2020 di SMPN 2 Pacar, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur. 

Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Bambang Dwi Mucolono mengatakan pihaknya, menetapkan Kepala Sekolah SMPN 2 Pacar, berinisial FCM sebagai tersangka kasus korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp653.473.536.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Brigadir J Berlanjut, Hari Ini Briptu Firman Dwi Ariyanto Lakukan Sidang Etik 

“FCM diduga melakukan modus pengadaan fiktif, sehingga terjadi tumpang tindih anggaran dengan menyalahgunakan dana BOS. Tim Penyidik telah memperoleh minimal 2 alat bukti sah yang menerangkan dugaan perbuatan melawan hukum dan/atau penyalahgunaan kewenangan yang merugikan keuangan negara," kata Bambang kepada TVRINews.com, Rabu (14/9/2022).

Bambang menjelaskan tersangka FCM disangka telah melanggar ketentuan Kesatu, Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; 

Atau Kedua, Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

Baca Juga: Auditor BPK Pemeras Puskesmas-RSUD di Bekasi Dituntut 5 Tahun Bui

“Adapun ancaman pidana terhadap tersangka FCM yaitu penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun,” tutur Bambang.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.