Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

Rawan Gempa dan Tsunami, BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Labuan Bajo 

Rawan Gempa dan Tsunami, BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Labuan Bajo 
Dari aspek sejarah, tahun 1836 dan 1855, Labuan Bajo pernah terjadi tsunami

Penulis: Alexandro Hatol

TVRINews, Manggai Barat

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun (BMKG) Kupang menyelenggarakan Sekolah lapang gempa bumi di Labuan Bajo, Rabu (10/11) di Aula Setda Manggarai Barat, yang diikuti unsur BPBD, PMI, kepolisian, TNI, Media, dan relawan - relawan masyarakat. 

"Jadi kegiatan sekolah lapang yang dilakukan di Manggarai Barat ini  karena Labuan Bajo sebagai daerah destinasi pariwisata prioritas dan wilayah Labuan Bajo terletak di kawasan tektonik rawan gempa dan tsunami", jelas Daryono, Koordinator Jabatan Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami. 

Dari aspek sejarah, tahun 1836 dan 1855, Labuan Bajo pernah terjadi tsunami, sehingga wilayah ini membutuhkan pengawalan mitigasi bencana untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat dan mendukung pariwisata super prioritas di Labuan Bajo. 

"Dari aspek sejarah, di Labuan Bajo ini sudah pernah dua kali terjadi stunami, sehingga di Labuan Bajo ini sangat penting adanya pengawalan mitigasi bencana", ungkapnya. 

Para peserta diberikan materi  kebencanaan gempa bumi dan tsunami, memberikan bagaimana cara mengevakuasi saat terjadi gempa bumi dan tsunami, serta melakukan penyusuran ke jalur-jalur evakuasi. 

"Dalam sekolah lapang gempa bumi ini, kami memberikan pemahaman kepada peserta terkait bagaiamana cara saat mengevakuasi apabila terjadi gempa bumi dan tsunami, juga kita memberikan penjelasan tentang kebencanaan serta nanti  akan melakukan penyusuran ke jalur-jalur evakuasi", jelas Margiono,  Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang.

Hans Bataona, salah satu peserta menyatakan sangat senang dengan pemaparan materi tentang kebencanaan serta langkah-langkah evakuasi bila terjadi bencana seperti gempa bumi dan tsunami. Lewat sekolah lapang gempa bumi, ia mengetahui beberapa potensi bencana yang mungkin terjadi di Labuan Bajo.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar