Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Nasional

  • 0 Komentar

DPR RI Akan Panggil Paksa Mendag Lutfi Soal Kelangkaan Minyak Goreng

DPR RI Akan Panggil Paksa Mendag Lutfi Soal Kelangkaan Minyak Goreng
DPR RI Akan Panggil Paksa Mendag Lutfi Soal Kelangkaan Minyak Goreng

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Jakarta
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad akan memanggil paksa Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi untuk membahas kelangkaan minyak goreng yang hingga kini belum bisa diatasi. 

Dasco mengatakan, Mendag akan dipanggil paksa oleh DPR RI, karena sudah dua kali Mendag tidak hadir dalam rapat konsultasi dengan DPR. 

"DPR dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan mengalami kesulitan dalam minyak goreng, karena dua kali Mendag dalam rapat konsultasi berhalangan dengan alasan belum tentu datang dan lain lain," kata Dasco, dalam rapat paripurna DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/03/2022). 

"Oleh karena itu dalam kesempatan terakhir, dalam sidang paripurna ini saya sampaikan undangan yang ketiga, masih ada alasan, DPR akan menggunakan aturan yang ada untuk panggil paksa di DPR," sambungnya. 

Sebelumnya Anggota Komisi VI DPR Fraksi PKS Amin Ak sempat menyampaikan interupsinya dalam rapat paripurna terkait persoalan kelangkaan minyak goreng di Tanah Air. 

Amin menyoroti kelangkaan minyak goreng yang mengharuskan rakyat mengantre berjam-jam, sampai ada jatuh korban jiwa. 

"Sudah 5 bulan krisis minyak goreng terjadi. Sebulan lebih kita menyaksikan rakyat di berbagai daerah harus mengantre panjang demi 1-2 liter minyak goreng bahkan ada yang sampai meninggal karena kelelahan," kata Amin Ak dalam interupsinya. 

Dia lantas meminta pimpinan DPR mendesak pemerintah mengatasi krisis minyak goreng. 

"Melalui sidang Dewan yang terhormat ini saya meminta pimpinan untuk mendesak pemerintah agar segera menghentikan krisis minyak goreng, hentikan penderitaan rakyat dengan membuat kebijakan yang pro rakyat kecil, dan mengawalnya dengan sebaik-baiknya," ucap Amin Ak. 

"Juga kebijakan yang berkeadilan bagi pelaku usaha kecil dan menengah karena mereka adalah pahlawan ekonomi bangsa ini," sambungnya.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.