
Pemalang Miliki Batik Tulis Canting, Grombyang Paling Diminati
Reporter: Nur Khabibi
TVRINEWS, Kabupaten Pemalang
Bukan hanya Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah juga mempunyai batik dengan ciri tersendiri. Salah satu pengusaha Batik Pemalang Fatwa Diana Widi mengatakan sudah merintis usahanya sejak 2004.
Hal tersebut berawal dari keinginannya bisa mendapatkan penghasilan tapi tidak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu, seperti mengurus anak.
Dengan latar belakang pendidikan sebagai Sarjana Teknik Kimia Tekstil ia terus memfokuskan bisnisnya di dunia batik. Saat ini ia sudah menciptakan beberapa motif dengan ciri khas Pemalang, seperti sayur grombyang, kesenian sintren, dan masih banyak lagi. "Yang dipatenkan saja ada empat, pedak parang, curiga kawat, rantai dan gemek setekem," kata sosol yang akrab disapa Widi kepada TVRINews.
Dengan berbagai macam motif yang tersedia, Widi menyebutkan saat ini yang menjadi favorit pembeli adalah grombyang. "Rata-rata orang kesini Itu mencari motif grombyang, karena Pemalang terkenal grombyangnya, jadi untuk oleh-oleh seringnya motif grombyang," ucap Widi.
Selain diperjualbelikan secara individu, Widi juga melayani pembelian secara partai besar. Salah satunya dari beberapa dinas yang berada di Kabupaten Pemalang. "Motif grombyang sudah identik dengan pakaian dinas, jadi semua dinas-dinas (yang ada di Kabupaten Pemalang) pesan seragam motif grombyang untuk seragam dinas masing-masing," tutur Widi.
Untuk harga sendiri, batik Pemalang mempunyai variasi dari Rp100 hingga Rp750 ribu tergantung kerumitan motif, teknik membatik dan lama pengerjaan. "Batik tulis itu mencapai Rp750 ribu karena menggunakan pewarna alami seperti daun dan kayu-kayuan, jadi prosesnya lebih rumit. Untuk menghasilkan satu batik kira kira pewarnaan membutuhkan waktu satu bulan," ucap Widi.
Editor: Eggi Paksha
Editor: Admin
