Trending

  • Sabtu, 13 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Gempa Bumi M 5,1 Guncang NTB, BMKG: Akibat Pertemuan Lempeng Samudra Indonesia Australia

Gempa Bumi M 5,1 Guncang NTB, BMKG: Akibat Pertemuan Lempeng Samudra Indonesia Australia
Gempa Bumi M 5,1 Guncang NTB

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Dompu
Gempa dengan magnitudo (M) 5,0 mengguncang Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Senin (6/6) pukul 11.44 WITA atau 10:44:38 WIB.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan episentrum gempa berada di 26 km kilometer barat daya Dompu. Lokasi berada di 8.76 derajat Lintang Utara dan 118.40 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 126 kilometer.

BMKG menjelaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Gempa dirasakan Modified Mercalli Intensity (MMI) II di wilayah Dompu dan III Bima.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Mataram, Ardianto Septiadhi mengatakan gempa ini ditimbulkan karena adanya pertemuan kedua lempeng aktif yang melintas di wilayah Bali Nusra, yaitu Samudra Indonesia Australia dan Lempeng Eurasia. 

"Jadi di selatan Pulau Menunjam semakin dalam ke arah pulau, yaitu pertemuan antara kedua lempeng itu," kata Ardhi dalam keterangan tertulis, Senin (6/6/2022).

Sampai berita ini disiarkan, belum ada keterangan resmi mengenai kerusakan dan korban akibat gempa tersebut.

Untuk diketahui, sebagian besar wilayah Indonesia termasuk daerah rawan gempa. Merujuk pada data BMKG, sepanjang tahun 2021 lalu saja telah terjadi 10.570 gempa bumi tektonik di sejumlah wilayah Indonesia.

Apa penyebab gempa bumi? Dari segi penyebabnya, gempa bumi bisa dibedakan dalam 2 jenis. Pertama, gempa tektonik yang terjadi karena pergerakan/pergeseran lapisan batuan di kulit bumi, secara tiba-tiba. Hal tersebut bisa terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik. 

Selain itu gempa bisa juga terjadi karena aktivitas gunung api. Gempa jenis kedua ini disebut gempa bumi vulkanik.

Pergerakan lapisan batuan di dalam bumi secara tiba-tiba dapat menghasilkan energi yang dipancarkan ke segala arah berupa gelombang seismik. Saat gelombang itu mencapai permukaan bumi, getarannya bisa merusak segala sesuatu, seperti bangunan, dapat menimbulkan korban jiwa.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.