Trending

  • Minggu, 14 Agustus 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Terdakwa Tipikor Pengendali Banjir Divonis Bebas, Kejati Bengkulu Ajukan Kasasi

Terdakwa Tipikor Pengendali Banjir Divonis Bebas, Kejati Bengkulu Ajukan Kasasi
Terdakwa Tipikor Pengendali Banjir Divonis Bebas, Kejati Bengkulu Ajukan Kasasi

Penulis: Agus Topo

TVRINews, Bengkulu

Perkara dugaan korupsi proyek pengendali banjir air Sungai Bengkulu tahun 2019 akan babak baru pasalnya pasca vonis bebas terdakwa korupsi pengendali banjir yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Kelas 1A Bengkulu beberapa waktu lalu, JPU Kejati Bengkulu tanpa ragu kemudian menentukan sikap tegas menyatakan kasasi atas vonis bebas tersebut. 

Aspidsus Kejati Bengkulu Pandoe Pramoe Kartika optimis upaya Kasasi yang diajukan nantinya akan dikabulkan oleh Majelis Hakim Mahkamah Agung. 

“Kami tanpa ragu menyatakan dengan tegas sudah menyatakan kasasi ke Pengadilan Negeri Bengkulu. Selanjutnya Tim JPU akan segera menyerahkan memori kasasi sebelum 14 Hari ke depan,” ujar Aspidsus Kejati Bengkulu Pandoe Pramoe Kartika.

Sementara Humas Pengadilan Negeri Tipikor Kelas 1A Bengkulu  Rizwan Supartawinata membenarkan pihaknya telah menerima  pernyataan kasasi dari JPU Kejati, terkait vonis bebas 3 terdakwa proyek pengendali banjir kota Bengkulu tahun 2019 senilai Rp6,9 miliar  dengan kerugian keuangan Negara Rp1,9 miliar.

“Tepatnya hari Selasa (12/10/2012 ) kemarin sudah ada pernyataan dari JPU Kejati Bengkulu terhadap terdakwa Ibnu Suud, terdakwa Hapizon Nazardi, dan terdakwa Isnaini Martuti telah dilakukan pernyataan Kasasi. Namun untuk memori kasasinya belum kita terima. Kejati Bengkulu masih punya waktu 14 hari ke depan terhitung hari ini, Rabu ( 23/10/2021 ),” pungkas  Rizwan Supartawinata.

Sementara itu, 3 terdakwa yang divonis bebas hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu beberapa hari lalu, yakni Isnani Martuti selaku Direktur CV merbin Indah, Hapizon Nazardi Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Provinsi Bengkulu sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Ibnu Suud Direktur CV Utaka Essa sebagai konsultan pengawas. 

Ketua Majelis Hakim Fitrizal Yanto memutuskan ketiga terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pengerjaan proyek sebesar Rp6,9 miliar. Sementara Jaksa Penuntut Umum Kejati Bengkulu menuntut para terdakwa dengan tuntutan berbeda, yaitu untuk Isnaini Martuti dituntut selama 4 tahun penjara. 

Sedangkan terdakwa Hapizon Nazardi dan Ibnu Suud dituntut dengan hukuman pidana masing-masing dua tahun enam  bulan penjara.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.