Trending

  • Rabu, 29 Juni 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Kasus Omicron Terus Meningkat, Luhut Tegur Keras Masyarakat untuk Patuhi Arahan Pemerintah

Kasus Omicron Terus Meningkat, Luhut Tegur Keras Masyarakat untuk Patuhi Arahan Pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegur keras masyarakat agar mematuhi arahan pemerintah.

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

 

Penyebaran kasus varian Omicron terus meningkat dan mayoritas yang terinfeksi virus ini berasal dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Melihat hal ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegur keras masyarakat agar mematuhi arahan pemerintah.

“Kalau Anda masih pengen hidup. Kalau mau masih hidup (silakan ikuti), kalau enggak mau hidup ya silakan langgar,” kata Luhut, Kamis (20/01/2022).

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Wilayah Jawa-Bali itu menyampaikan kondisi terkini mengenai varian Omicron. Menurutnya, angka varian baru ini sudah lebih 1.000 kasus, terdapat satu kelompok 44 persen terpapar Omicron atau Covid.

Melihat kondisi itu, Menko Luhut mengimbau masyarakat untuk tidak berpergian keluar negeri terlebih dahulu, disamping tetap membatasi aktivitas di luar rumah. Sesuai dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai langkah dan upaya pemerintah Indonesia menghadapi virus omicron atau Pandemi Covid-19.

“Jadi saya ingin imbau lagi apa yang disampaikan Presiden, supaya jangan keluar negeri dulu kalau tidak penting amat selama tiga minggu ke depan ini,” ujar Luhut.

Selanjutnya, Luhut menjabarkan Omicron yang saat ini melanda Indonesia adalah musuh setiap orang dan menjadi musuh bersama. Sehingga, dibutuhkan kerja sama dan sinergisitas untuk menanggulanginya sehingga Indonesia bisa keluar dari pandemi.

“Omicron adalah musuh bersama, jadi jangan ada mempersoalkan ini (soal jabatan dan pangkat), nggak ada di sini. Jadi kita harus kompak melihat ini, ini ada musuh bersama,” tutur Luhut.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.