Trending

  • Selasa, 9 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

7 Jenazah PMI Korban Kapal Tenggelam Akan Dipulangkan ke NTB

7 Jenazah PMI Korban Kapal Tenggelam Akan Dipulangkan ke NTB
7 Jenazah PMI Korban Kapal Tenggelam Akan Dipulangkan ke NTB

Penulis : Ambi

TVRINews, Mataram

 

Tujuh jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB), akan dipulangkan Selasa, (04/01/2022) besok melalui jalur laut, dari Johor Bahru, Malaysia ke Batam menggunakan Kapal Polisi Air Indonesia. Selanjutnya Rabu (05/01/2022) akan diterbangkan ke NTB menyesuaikan ketersediaan cargo maskapai penerbangan.

Dalam siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin (03/01/2022) dari UPT BP2MI Provinsi NTB menyebut skema yang digunakan masih tetap sama dengan pemulangan tujuh jenazah PMI tahap pertama pada 24 dan 25 Desember 2021.

Padatnya antrian cargo di Kuala Lumpur membuat Pemerintah Indonesia memilih opsi tercepat untuk memulangkan Jenazah PMI ke Indonesia melalui jalur laut. 

Identitas ketujuh jenazah PMI tersebut adalah Baharudin dan Sadi asal Kabupaten Lombok Tengah, Ahmad Sutrisno Pratama, Dedi Suryadi, Rusdi, Supardi, dan Unwanul Hubbi asal Kabupaten Lombok Timur. 

Pemulangan ketujuh jenazah PMI tersebut menyusul tujuh jenazah PMI lain yang telah dipulangkan pada tahap pertama. Sehingga saat ini jumlah keseluruhan Jenazah PMI asal NTB adalah 14 orang. Mereka merupakan bagian dari 21 korban meninggal akibat kapal tenggelam di Tanjung Balau, Johor, Malaysia,  15 Desember 2021 lalu.

Pasca pemulangan jenazah, pemerinta akan bergerak cepat melakukan investigasi keberangkatan para PMI yang difasilitasi sindikat penempatan ilegal PMI.

Satgas Sikat Sindikat BP2MI bekerja sama dengan kepolisian setempat di Tanjung Pinang telah memulai proses investigasi pelaku yang memfasilitasi keberangkatan para PMI. Bahkan aparat sudah melakukan penangkapan pada beberapa oknum. Saat ini Ditreskrimum Polda NTB telah mengumpulkan data pendukung untuk melakukan penindakan secara hukum kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemberangkatan PMI secara ilegal.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.