Trending

  • Minggu, 14 Agustus 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Kejari Bengkulu Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi DKP Kota Tahun 2018

Kejari Bengkulu Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi DKP Kota Tahun 2018
Selama pekerjaan berlangsung kontraktor telah mencairkan dana Rp666 juta lebih dalam dua kali termin

Penulis: Agus Topo

TVRINews, Kota Bengkulu

 

Pasca menyatakan lengkap berkas perkara tiga tersangka korupsi di Dinas Kelautan dan Perikanan  Kota Bengkulu tahun 2018, penyidik pidsus Kejari Bengkulu, hari ini Kamis (21/10/2021) menerima pelimpahan para tersangka berikut barang bukti dari Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Bengkulu. 

 

Sementara usai memeriksa kelengkapan barang bukti dan administrasi tim penyidik Pidsus Kejari berkesimpulan untuk mempermudah proses penuntutan ke 3 tersangka ditahan di Polres Bengkulu untuk 20 hari ke depan. 

 

"Berdasarkan keputusan Kajari Bengkulu untuk mempermudah proses penuntutan, ke 3 tersangka dugaan korupsi pembangunan atau rehabilitas sarana dan prasarana Pokok Unit Pembenihan di DKP Kota Bengkulu tahun 2018 resmi kami tahan di Polres Bengkulu mulai hari ini Kamis ( 21/10/2021 ) sampai dengan 20 hari ke depan," kata Kasi Pidsus Kejari Bengkulu Halidimanjaya. 

 

Ketiga tersangka yang ditahan, yakni Diman Wakil Direktur CV. Bumi Dian Pratama selaku penyedia yang menandatangani kontrak perjanjian kerja atau kontraktor, Edi suryanto selaku PPTK kegiatan pembangunan, rehabilitas sarana dan prasarana Pokok Unit Pembenihan di DKP Kota Bengkulu serta mantan Plt Kepala DKP Kota Bengkulu yang menjabat pada saat pelaksanaan pekerjaan, yakni Syafrizal. 

 

Diketahui dari Rp951 juta anggaran pembangunan atau rehabilitasi sarana dan prasarana pokok unit pembenihan di DKP Kota Bengkulu tahun 2018, Negara mengalami kerugian keuangan negara sebesar Rp135 juta.

 

Pekerjaan proyek tersebut tidak selesai tepat waktu dan spesifikasi pengerjaannya diduga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja.

 

Selama pekerjaan berlangsung kontraktor telah mencairkan dana Rp666 juta lebih dalam dua kali termin. Sementara bobot pekerjaan yang telah dilaksanakan baru mencapai 51,01 persen sebagaimana hasil pemeriksaan fisik.

 

Para tersangka terancam didakwa pasal 2,3 UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor Junchto Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.