Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Internasional

  • 0 Komentar

Dituduh Kampanye Terorisme, Presiden Iran Tegaskan Tidak akan Mundur untuk Mengembangkan Industri Nuklir

Dituduh Kampanye Terorisme, Presiden Iran Tegaskan Tidak akan Mundur untuk Mengembangkan Industri Nuklir
Foto: Presiden Iran Ebrahim Raisi

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Iran

Presiden Iran Ebrahim Raisi menegaskan tidak akan melepaskan haknya untuk mengembangkan industri nuklir guna tujuan damai, meliputi semua pihak yang terlibat dalam pembicaraan untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir tahun 2015 silam pun harus menghormati keputusannya.

Pembicaraan tidak langsung selama sebelas bulan antara Iran dan Amerika Serikat di Wina, Austria terpaksa harus terhenti karena kedua belah pihak mengatakan keputusan politik diperlukan oleh mereka tidak menemukan titik untuk menyelesaikan masalah yang tersisa.

"Untuk lebih dari seperseratus kalinya, pesan kami dari Teheran ke Wina adalah bahwa kami tidak akan mundur dari hak-hak nuklir rakyat Iran, bahkan sedikit pun," kata Raisi dilansir dari Reuters, Sabtu (9/4/2022).

Baca Juga: India Blokir 22 Saluran Berita YouTube dengan Alasan Keamanan Nasional

Raisi menegaskan kembali pendirian Iran dalam program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai. Sementara, Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk menghapus Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran dari daftar hitam organisasi teroris asing (FTO) sebagai imbalan atas jaminan Iran tentang mengekang pasukan elit.

Namun, hal tersebut dibantah oleh seorang pejabat senior pemerintah Amerika Serikat, kolumnis Washington Post David Ignatius, yang berspesialisasi dalam masalah intelijen mengataka Presiden Joe Biden tidak bermaksud menghapus kelompok itu dari sebutan terorisme.

Akan tetapi, seorang diplomat Iran menyampaikan negaranya telah menolak proposal Amerika Serikat untuk mengatasi masalah tersebut dengan menjaga lengan luar negeri IRGC, Pasukan Quds, dibawah sanksi FTO, sambil menghapus IRGC sebagai entitas.

Sebagai informasi, IRGC adalah sebuah kelompok yang kuat di Iran yang mengendalikan bisnis serta pasukan elit bersenjata dan intelijen yang dituduh Amerika Serikat melakukan kampanye terorisme secara global.

Baca Juga: Ramadan 1443 H, Shalat Tarawih di Jalan Times Square New York Jadi Sorotan


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.