Trending

  • Jumat, 12 Agustus 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Laporan Stupa Candi Borobudur Mirip Jokowi, Polisi: Kami Teliti Dulu

Laporan Stupa Candi Borobudur Mirip Jokowi, Polisi: Kami Teliti Dulu
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol.Endra Zulpan

Penulis: Nirmala Hanifah

TVRINews, Jakarta
Polda Metro Jaya mengakui telah menerima laporan terkait unggahan foto stupa Candi Borobudur yang diedit mirip wajah Presiden Joko Widodo pada akun medsos Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, saat ini Subdit Siber Ditreskrimsus tengah menyelidiki laporan tersebut.

“Ditreskrimsus Subdit Siber saat ini sedang mempelajari dulu laporan itu. Untuk selanjutnya, akan dilakukan penyelidikan dan pengembangannya, artinya ditangani secara profesional lah,” kata Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (22/6/2022).

Zulpan membantah terkait rumor yang menyebutkan Roy Suryo meminta laporannya yang menggugat akun media sosial pengunggah stupa Candi Borobudur mirip Jokowi untuk diprioritaskan.

“Oh itu tidak ada, terhadap laporannya akan kita terima dan akan diproses, dipelajari dahulu. Jadi tidak ada pembedaan, kan semua warga negara di mata hukum tidak ada diperlakukan istimewa,” tegas Zulpan.

Baca Juga: Roy Suryo Dilaporkan ke Polisi Terkait Stupa Borobudur Mirip Jokowi

Sebelumnya, Perwakilan dari umat beragam Budha, Kurniawan melaporkan Roy Suryo ke Polda Metro Jaya, pada Senin (20/6) lalu,  terkait unggahan foto stupa Candi Borobudur yang diedit mirip wajah Presiden Joko Widodo. 

Unggahan tersebut pada akun Twitternya @KRMTRoySUryo2 pada Jumat (10/6), yang menyinggung rencana kenaikan harga tiket Candi Borobudur menjadi Rp750 ribu.

Herna Sutana mengatakan, foto stupa Candi Borobudur yang diedit mirip wajah Presiden Joko Widodo merupakan patung Buddha. 

"Saya luruskan, foto unggahan tentang Candi Borobudur yang diedit itu bukan stupa, tapi patung Buddha. Patung tersebut adalah simbol agama yang sangat sakral buat agama kami," kata Herna di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/6/2022) lalu.

"Karena hal ini, kami memilih menempuh jalur hukum. Karena ini merupakan negara hukum," ujar Herna.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.