Trending

  • Minggu, 3 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

Dirjen Kementan dan Hortikultura Gulirkan Program Tumpang Sari di Majalengka

Dirjen Kementan dan Hortikultura Gulirkan Program Tumpang Sari di Majalengka
Lahan seluas lima hektar disulap para petani di dataran tinggi Kabupaten Majalengka menjadi lahan tumpangsari.

Penulis: Edwar Ruspendi
TVRINews, Kabupaten Majalengka


Lahan seluas lima hektar disulap para petani di dataran tinggi Kabupaten Majalengka menjadi lahan tumpangsari. Hasilnya ternyata cukup menggembirakan.      

Penanaman bawang merah ini merupakan salah satu program Dirjen Kementerian Pertanian dan Horikultura yang digulirkan melalui program aspirasi anggota DPR RI dari Komisi IV.
Di mana tanaman bawang merah ini untuk memenuhi kebutuhan pasar yang selama ini masih kurang terpenuhi.

Sutrisno, anggota Komisi IV DPR RI mengatakan tanaman bawang merah ini untuk memenuhi kebutuhan pasar yang selama ini masih kurang. 

Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, dirinya juga akan membantu petani sayur dalam memasarkan hasil panen yang selama ini merasa kesulitan menjual hasilnya saat panen tiba melimpah.

“Ini program Dirjen Pertanian yang disalurkan kepada kelompok tani dengan cara ini harus lebih bagus harganya,” kata Sutrsino.

"Alhamdulillah hasilnya bagus dengan program yang diberikan para petani bisa berubah hidupnya lebih bagus dan hasilnya terus dikembangkan," sambungnya. 

Bagi petani di dataran tinggi Kecamatan Argapura, seperti Desa Argalingga, tanaman bawang merah pertama kalinya dilakukan dengan cara tumpangsari, dengan cabai, bahkan tumpang sari dengan tanaman sayuran lainnya seperti kentang, seledri, kol dan bawang daun.

Dalan kesempatan yang sama, Ujang Kurniawan selaku Ketua Kelompok Petani Sayuran di Desa Argalingga mengaku kelompoknya yang pertama kali menggunakan sistem tumpang sari. Ke depannya berharap hasilnya memuaskan.

“Insya Allah ke depannya potensi bawang merah di Desa Argalingga tidak dipandang sebelah mata. Soalnya dulu saat mengajukan bawang merah ini ditanya dulu cocok atau tidak, tapi hasilnya seperti ini,” beber ujang yang menjabat Ketua kelompok Tani Maju, Sabtu (8/1/2022).

Walaupun tanaman bawang merah tumpang sari dengan tanaman sayuran lainnya hingga saat ini tidak ada dampak mengganggu atau merusak tanaman lainnya, hasilnya bagus dan melimpah.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.