Trending

  • Senin, 30 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Antisipasi Bahaya Lahar Dingin Gunung Semeru, Relawan Pasang Alat Peringatan Dini

Antisipasi Bahaya Lahar Dingin Gunung Semeru, Relawan Pasang Alat Peringatan Dini
Mengantisipasi bahaya lahar dingin Gunung Semeru, para relawan memasang sejumlah peralatan di sepanjang titik aliran lahar dingin Gunung Semeru.

Penulis: Basri A
TVRINews, Lumajang

 

Mengantisipasi bahaya lahar dingin Gunung Semeru, para relawan memasang sejumlah peralatan di sepanjang titik aliran lahar dingin Gunung Semeru. 

Selain untuk mencegah terjadinya korban jiwa, pemasangan alat peringatan dini juga untuk efektifitas pemantauan aliran lahar. 

Para relawan memasang sejumlah peralatan di sepanjang daerah rawan bencana, utamanya bahaya lahar dingin, diantaranya memasang Radio Pemancar di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.  

Selain itu memasang kamera pengintai atau CCTV di Bantaran Sungai Besuk Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. 

Sedangkan titik ketiga berada di Dusun Sumbersari, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Dari ketiga titik, relawan bisa memantau semua bahaya vulkanik Gunung Semeru. 

Seperti kamera pengintai yang berada di Sumbersari yang tujuannya untuk memantau pergerakan banjir lahar di Sungai Wedok. Sedangkan kamera pengintai yang terpasang di Curah Kobokan, untuk memantau lahar dingin di Sungai Lanang.  

Sementara kamera pengintai di Kajar Kuning untuk memantau kawah di Puncak Gunung Semeru. Semua hasil tangkapan kamera pengintai akan terlihat jelas di layar monitor.

Selanjutnya, relawan akan melaporkannya ke relawan lain yang berada di daerah hilir sungai. 

Fahrul Islam, anggota Tim SAR Surabaya, mengatakan, satu di antara titik early warning system yang dibangun sejumlah relawan untuk mengantisipasi kemungkinan bahaya Awan Panas Guguran (APG) ataupun banjir lahar dingin Gunung Semeru.

"Dari sistem ini semuanya informasi akan disampaikan kepada semua relawan yang ada dibawah. Hal itu untuk mengantisipasi kejadian buruk erupsi Gunung Semeru yang lebih luas,” katanya.

Sebelum adanya kamera pengintai ataupun radio pemancar ini, relawan Gunung Semeru harus memantau langsung di daerah zona merah atau rawan bahaya. Tanpa mempedulikan resiko yang bakal dihadapi, relawan harus melaporkan setiap kejadian hingga semua aktivitas vulkanik Gunung Semeru.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.