Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Hukum

  • 0 Komentar

KPK dan PBNU Sepakat Bekerja Sama Berantas Korupsi

KPK dan PBNU Sepakat Bekerja Sama Berantas Korupsi
Foto : Ketua KPK Firli Bahuri bersama Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf

Penulis : Ridha Gemelli Sitompul

TVRINews, Jakarta 


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sepakat melakukan kerja sama dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MOU) yang ditandatangani Ketua KPK Firli Bahuri dan Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, di Aula Gedung Juang Merah Putih KPK, pada Selasa (19/04/22). 

Firli menyatakan kerja sama antara keduanya untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi yang melibatkan seluruh pihak.

“Hari ini penting dalam perjalanan sejarah Indonesia, dimana KPK menggandeng PBNU untuk merencanakan ide bersama dalam pemberantasan korupsi. Pasukan antikorupsi kini bertambah dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini,” kata Firli, Selasa (19/04/22). 

Lanjut, Firli juga menyampaikan bahwa KPK dan PBNU sebelumnya telah melakukan berbagai bentuk kerja sama. Tidak hanya dalam pencapaian program, tetapi lebih jauh lagi, yaitu untuk membangun dan mendidik bangsa Indonesia yang religius dan berintegritas.

”KPK dan PBNU ini telah banyak melakukan kerja sama, dari kegiatan Training of Trainer (TOT) ulama PBNU yang bertujuan untuk mendorong penerapan nilai-nilai antikorupsi di pesantren, hingga pembuatan buku Khotbah Antikorupsi,” ujar Firli.

Nota kesepahaman ini mencakup pendidikan dan pelatihan antikorupsi, pengkajian, pembangunan budaya antikorupsi/integritas, narasumber, pengembangan materi atau konten antikorupsi, dan lingkup lainnya sesuai kesepakatan para pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PBNU, Yahya juga menyampaikan harapannya agar jajaran pengurus pusat dan cabang serta warga NU bisa mendapatkan pelatihan, penyuluhan, dan pendidikan pencegahan korupsi.

”Korupsi itu virus kedzoliman di dalam negara. Sudah banyak sejarah peradaban negeri, dimana sistem masyarakatnya runtuh karena kedzoliman. Ancaman untuk sistem yang dzolim dampaknya luar biasa yaitu kehancuran,” kata Yahya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.