Trending

  • Senin, 30 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Tingkatkan Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Dukung Target Pemerintah

Tingkatkan Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Dukung Target Pemerintah
Tingkatkan Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Dukung Target Pemerintah

Reporter: Aulia Zita

TVRINews, Jakarta

Pemerintah melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) berfokus pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, namun dalam proses mencapai target tersebut terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, salah satunya literasi ekonomi dan keuangan syariah yang masih rendah.

Untuk itu, Pemerintah berkomitmen akan meningkatkan pemahaman ekonomi dan keuangan syariah.

“Literasi ekonomi syariah ini masih rendah jika dibandingkan dengan fokus-fokus tadi. Karena itu, pemahaman ekonomi dan keuangan syariah pastinya akan kita tingkatkan,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin secara virtual dari Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Senin (26/04/2021).

Dalam podcast tersebut, Wapres mengungkapkan bahwa literasi ekonomi syariah penting untuk diberikan melalui berbagai Perguruan Tinggi dan Pendidikan-pendidikan lainnya.

“Jadi yang  betul-betul terbangun sebagai sumber daya manusia yang paham betul, yang menguasai secara utuh tentang keuangan Syariah, tentang industri halal, ini baru kita bangun belakang ini kita usahakan melalui berbagai perguruan tinggi dan pendidikan-pendidikan lainya. Itu beberapa hal yang menurut saya penting,” ungkapnya.

Di samping itu, Wapres menguraikan literasi ekonomi syariah juga diberikan untuk membangun, mengedukasi, mensosialisasikan melalui berbagai saluran, baik melalui KNEKS, Lembaga dan Mitra-mitra kerja KNEKS.

“Baik melalui komite ekonomi dan keuangan syariah yang kita bangun, melalui mitra-mitra kerja daripada komite nasional ini, dan ada pula beberapa lembaga seperti MES (Masyarakat Ekonomi Syariah), ini juga nanti  akan berperan dalam mengembangkan literasi, yang paling kuat itu ada IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam),” urai Wapres.

Selain itu, Wapres menjelaskan bahwa e-commerce juga dilibatkan untuk mengedukasi dan memasarkan produk-produk halal dengan slogan bernada Islami.

“Kemudian juga berbagai keterlibatan daripada e-commerce. Berbagai e-commerce sudah ikut mengedukasi, di samping juga dia berperan sebagai jaringan daripada pemasaran produk-produk halal,” jelasnya.

Lebih jauh Wapres menambahkan, jaringan organisasi masyarakat Islam seperti NU, Muhammadiyah dan Pondok Pesantren pun ikut andil dalam upaya-upaya pengembangan sosialisasi dan literasi ekonomi syariah.

“Jaringan ormas-ormas (organisasi masyarakat)Islam seperti NU dan Muhammadiyah juga terlibat. Kemudian dunia pesantren. Mereka yang berada di pesantren sudah mulai lakukan upaya-upaya karena kita harapkan di pesantren itu juga berkembang  pembelajaran di sektor keuangan maupun sektor riil,” imbuhnya.

Sementara itu, Wapres berharap target Pemerintah mengubah Indonesia dari konsumen halal menjadi produsen halal itu juga harus disosialisasikan, agar sistem yang telah dibangun oleh Pemerintah dapat mendukung para pengusaha berbasis syariah dari seluruh level, sehingga akan semakin berkembang.

“Ini harus juga kita sosialisasikan kepada masyarakat, karena itu pengusaha-pengusaha yang berbasis syariah ini akan kita tumbuhkan baik itu pengusaha kecil maupun juga pengusaha besar. Ini bagian daripada ekosistem yang kita bangun itu,” harap Wapres.

 

Editor: Dadan Hardian

 


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.