Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Walikota Tanjungbalai akan Disidangkan di Medan

Walikota Tanjungbalai akan Disidangkan di Medan
Walikota Tanjungbalai akan Disidangkan di Medan

Penulis: Nur Khabibi

TVRINews, Jakarta

Walikota Tanjungbalai M. Syahrial (MS) yang terjerat perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan hadiah atau janji terkait lelang atau mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai Tahun 2019.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Medan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap pada 22 Juni 2021.

"Hari ini (30/6/2021) Jaksa KPK Agus Prasetya Rahardja telah melimpahkan berkas perkara terdakwa M. Syahrial ke Pengadilan Tipikor pada PN Medan," kata pelaksana tugas juru bicara bidang pencegahan KPK, Ipi Maryati, Rabu (30/6/2021).

Dengan dilimpahkannya berkas MS, Ipi menyebutkan, penahanan Wali Kota Tanjungbalai nonaktif tersebut beralih menjadi tanggung jawab PN Tipikor Medan. Namun karena ada beberapa kendala, MS masih menjalani penahanan di Jakarta.

"Sementara ini tempat penahanan terdakwa masih tetap dititipkan pada rumah tahanan KPK Kavling C1," ujar Ipi.

Selanjutnya Ipi menjelaskan, MS menunggu penetapan penunjukkan Majelis Hakim dan penetapan hari sidang dengan agenda pertama yaitu pembacaan surat dakwaan oleh Tim JPU.

Lebih lanjut Ipi menjelaskan, ada tiga pasal yang didakwakan kepada MS, yakni Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, Pasal 5 ayat (1) huruf b UU Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, atau Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebagai informasi, Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju, Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial, dan seorang pengacara Maskur Husain.

Selain itu, dalam kontruksi perkara yang dikeluarkan KPK, menyebut nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Azis diduga menjadi perantara antara MS dengan SRP yang kemudian terjadi pertemuan di rumah Azis dibilangan Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, menghasilkan kesepakatan untuk menghentikan penyelidikan dengan syarat MS memberikan uang kepada SRP sebesar Rp1,5 miliar. Hingga saat ini, Azis telah menjalani satu kali pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.

 


Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.