Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Menkes Akui Ada 2 Pasien Omicron Bergejala Sedang

Menkes Akui Ada 2 Pasien Omicron Bergejala Sedang
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlsh kasus paling tinggi berasal dari Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab.

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

 

Pemerintah mengamati peningkatan jumlah kasus terutama dari kedatangan luar negeri, positivity rate dari kedatangan luar negeri adalah 13 persen. Angka tersebut jauh diatas transmisi lokal, yakni 0,2 persen.

Positivity rate kedatangan luar negeri 65 persen lebih tinggi dibanding transmisi lokal. Ini memperkuat hipotesa pemerintah bahwa sebagian besar kasus positivity rate saat ini disebabkan oleh kedatangan luar negeri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlsh kasus paling tinggi berasal dari Arab Saudi, Turki, Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab. Dari 414 kasus Omicron yang ada sekarang di Indonesia, terdapat dua orang yang masuk dalam kategori sedang, mereka membutuhkan perawatan dengan menggunakan oksigen.

"Satu usia 58 tahun, satu lagi usia 47 tahun, keduanya memiliki komorbid. Dari 414 kasus Omicron ini, 114 orang atau sekitar 26 persen sudah sembuh, termasuk dua orang tadi yang masuk kategori sedang," kata Budi dalam konferensi pers terkait evaluasi PPKM virtual, Senin (10/01/2022).

Budi menyampaikan kemungkinan kenaikan transmisi Omicron akan jauh lebih tinggi dari Delta tetapi yang dirawat jauh lebih sedikit. Sehingga, ia memutuskan strategi layanan kesehatan akan digeser fokusnya untuk yang di rumah, sebelumnya fokus strategi ini dilakukan di rumah sakit.

"Akan banyak orang yang terkena dan tidak perlu ke rumah sakit. Kemenkes sudah melakukan penelitian terhadap 414 pasien yang dilihat dari gejalanya, kami sudah bekerja sama dengan 17 platform telemedicine agar pasien yang dirawat di rumah bisa tetap mendapatkan akses untuk konsultasi dokter dan pengiriman obat," ujar Budi.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.