Trending

  • Minggu, 25 September 2022

Hiburan

  • 0 Komentar

Keluh Kesah Seniman Legendaris Jelekong 

Penulis: Christhoper Natanael Raja 

TVRINews, Kab. Bandung

Menjadi seorang pelukis tidaklah mudah. Prospek karier minim yang kurang dihargai dan jarang mendapat tempat di hati masyarakat luas.

Namun, tak sedikit juga yang menilai karya mereka sebagai seorang seniman yang patut dipandang sepenuhnya.

Kehidupan seseorang yang berprofesi sebagai semiman terkadang seperti layaknya sebuah roller coaster, itu juga yang dialami oleh Asep Sancang Djudju atau yang lebih dikenal oleh Abah Sancang.

Baca Juga: Awalnya Cuma "Iseng", Kecimpring Bu Ani Warnai Toko Cemilan Bandung

Awalnya, beliau memiliki penghasilan yang cukup besar pada masanya. Melukis sejak 1975, ia sudah bisa mendapatkan uang sebesar Rp5 ribu pada tahun 1982 dengan perbandingan harga emas saat itu Rp2 ribu.

"Namun, di masa saat ini atau sekarang penghasilan itu kurang lebih kisaran 100-150 ribu, harga emas 600 ribu. Alhamdulillah, sudah sangat mencukupkan, menguntungkan bagi pengrajin," kata Abah Sancang kepada TVRINews.com

Semua berubah saat resesi dan krisis ekonomi pada tahun 1998 menyerang. Kala itu, bahan untuk melukis naik 400 persen. Sementara, harga jual hanya naik 25-50 persen.

"Sebelum masa resesi aman-aman saja karena kita dapat misalnya Rp5 ribu, tapi kalo tidak salah beras juga pada waktu itu cuma Rp60/liter. (Dulu) Rp5 ribu sudah mndapatkan selama beras 100 literan bisa untuk makan tiga bulan," ujar Abah Sancang.

Baca Juga: Sate DJ, Pelopor Sate Nikmat Tanpa Bumbu Kacang

Hal tersebut membuat banyak seniman mundur dari profesinya, karena banyak yang merasa sudah capek bekerja tapi hasilnya sia-sia. 

"Kalau kata orang Sunda (sudah capek membuat tapi tak terpakai), lebih baik menjadi tukang bangunan dimana diupah Rp100 ribu dari jam 7 (pagi) sampai jam 5 (sore). Sedangkan sebagai pelukis itu, lupa waktu dalam melukis bisa dari pagi sampai malam," ucap Abah Sancang.

Dengan terjadinya fenomena itu, ia berharap agar orang-orang yang menggeluti dunia seni untuk menjembatani pasaran baru bagi para pelukis supaya bisa hidup lebih sejahtera.

Tak ada karya yang ternilai, masalah baik buruknya itu relatif. Terkadang hidup bagaikan roda, kadang diatas kadang dibawah. Namun, setiap manusia dilahirkan untuk saling membantu.

Bagi yang berminat untuk membeli lukisan karya Abah Sancang bisa dipesan melalui nomor 085794405506 atau bisa tengok langsung di Desa Wisata Jelekong dan di kawasan Braga.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.