Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Indonesia Lobi Forum IPU Angkat Isu Kemerdekaan Palestina

Indonesia Lobi Forum IPU Angkat Isu Kemerdekaan Palestina
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani  Ali Sera usai menghadiri sesi debat dalam forum Standing Committee on Peace and International Security IPU ke-14 di BICC, Senin (21/3/2022).

Penulis : Fera Belinda

TVRINews, Bali


Delegasi Indonesia gencar melobi perwakilan parlemen lain dari 115 negara yang hadir pada Sidang Ke-144 Inter-Parliamentary Union (IPU), untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan solusi kedua negara.

Indonesia selama ini konsisten mengangkat isu Palestina dalam tiap sidang tahunan IPU, termasuk sidang tahun lalu 2021 dan tahun ini yang berlangsung 20–24 Maret 2022 di Bali International Convention Centre (BICC) , Nusa Dua. 

“Lobi-lobi masih dilakukan, di (forum ini), sebagian teman-teman juga ada di general debate (sesi debat umum) untuk merapikan draf,” kata Wakil Ketua BKSAP DPR RI Mardani  Ali Sera usai menghadiri sesi debat dalam forum Standing Committee on Peace and International Security IPU ke-14 di BICC, Senin (21/3/2022).

Delegasi Indonesia saat ini berupaya memasukkan isu Palestina dalam daftar masalah mendesak (emergency item) sehingga dapat dibahas di sidang majelis dan resolusi atas isu tersebut dan diharapkan dapat disepakati oleh para delegasi.

“Kami sedang membangun konsensus agar pilihan kami juga bisa diakomodasi dan diterima (peserta sidang),” lanjut Mardani Ali Sera.

Mardani optimistis isu Palestina dapat didukung mayoritas delegasi pada sidang majelis, mengingat saat ini Ketua DPR Puan Maharani bertindak sebagai pimpinan/presiden sidang majelis.

“Kami tetap berharap at the end of the day of this IPU assembly  (sidang majelis, Red.) isu Palestina tetap menjadi satu keputusan yang tegas dari seluruh anggota parlemen IPU,” kata Mardani.

Wakil Ketua BKSAP menyatakan tidak akan melakukan negosiasi dengan Israel mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dan tidak mengakui Israel sebagai negara.

“IPU dan PBB yang kami jadikan dasar. Kami tidak ingin berdialog secara langsung. Jadi, IPU dan PBB yang akan mengusulkan (ke forum), kemudian kami ikut. Pokoknya, posisi kami two-state solution (solusi dua negara) harus segera diwujudkan,” jelas Mardani.

Sebelumnya pada Inaugural Ceremony yang berlangsung Minggu (20/3) malam di Mangapura Hall BICC, isu kemerdekaan Palestina digaungkan oleh Ketua DPR Puan Maharani saat memberikan sambutan. Selain mencari solusi untuk penyelesaian konflik Rusia - Ukraina, Puan meminta parlemen dunia tidak melupakan isu kemerdekaan Palestina dan konflik di Myanmar. 

“Kita jangan melupakan untuk menyelesaikan konflik di berbagai belahan Bumi lainnya. Pertemuan ini juga dapat mendesak tercapainya kemerdekaan penuh Palestina,” kata Puan di hadapan ribuan delegasi dari 115 negara.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.