Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Presiden IPU Ke-144: Perang Rusia-Ukraina Harus Berhenti Sekarang!

Penulis: Ahmad Richad
TVRINews, Bali

Di hari kedua penyelenggaraan 144th IPU Assembly & Related Meetings di Nusa Dua, Bali, kembali membahas isu krusial soal konflik antara Negara Rusia dengan Ukraina.

Presiden IPU, Duarte Pacheco mengatakan sebelum invasi Rusia di Ukraina, pihaknya sudah melakukan dialog dengan parlemen kedua negara agar menghindari perang sehingga masyarakat sipil tidak terkena dampak konflik.

“Diplomasi satu-satunya cara untuk menyelamatkan warga. Setelah invasi, kita lebih kuat memberikan statement. IPU menjadi jembatan dialog,” kata Duarte Pacheco saat pidato di First Meeting of the Steering Committee yang dibuka oleh ketua DPR RI Puan Maharani, Senin (21/3/2022).

“Perang harus berhenti sekarang. Ini posisi IPU,” sambung Pacheco disambut tepuk tangan delegasi-delegasi yang hadir.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan siap untuk berunding dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, untuk mengakhiri perang ini.

Tetapi kata Zelensky, jika upaya negosiasi ini gagal maka perang antara kedua negara akan berubah menjadi "Perang Dunia ketiga."

"Saya siap bernegosiasi dengan dia. Saya siap setidaknya selama dua tahun terakhir. Dan saya pikir tanpa negosiasi, kami tak bisa mengakhiri perang ini," kata Zelensky dikutip dari CNN.

Zelensky mengatakan jika saja cuma ada 1 persen peluang menghentikan perang, dia akan mengambil kesempatan itu. Kata dia apapun hasil negosiasi nanti sudah banyak kerugian terjadi termasuk warga yang tewas.

Kata-kata 'Perang Dunia 3' itu telah berulang kali disinggung oleh Zelensky. Ia beralasan jika konflik negaranya dan Rusia terus terjadi, maka konflik dunia tidak bisa dihindarkan.

Rusia menginvasi Ukraina, sesuatu yang disebut Putin sebagai 'operasi militer', sejak 24 Februari.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan 900 warga sipil Ukraina meninggal karena serangan Rusia, sedangkan Ukraina mengklaim lebih dari 14 ribu personel Rusia tewas.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda