Trending

  • Minggu, 25 September 2022

Metro

  • 0 Komentar

BPBD Jombang Waspadai Enam Kecamatan Rawan Longsor dsn Banjir

BPBD Jombang Waspadai Enam Kecamatan Rawan Longsor dsn Banjir
BPBD Kabupaten Jombang memetakan sejumlah titik rawan bencana longsor dan banjir di Kabupaten Jombang.

Penulis: Hari S

TVRINews, Jombang

Badan Penangulangan Bencana Daerah, (BPBD) Kabupaten Jombang Jawa Timur, mencatat ada sekitar 32 resa di wilayahnya yang masuk kategori rawan bencana. 

Seluruh desa tersebut berada di wilayah 6 Kecamatan yang masuk dalam peta wilayah rawan bencana longsor dan banjir.

BPBD Kabupaten Jombang memetakan sejumlah titik rawan bencana longsor dan banjir di Kabupaten Jombang. Dari total 21 Kecamatan di Kabupaten Jombang ada enam kecamatan rawan bencana longsor dan banjir yang  menjadi perhatian khusus. 

Menurut Stevie Maria, Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang, untuk titik rawan bencana longsor dari jumlah 21 Kecamatan di Jombang, ada 32 desa tersebar pada enam kecamatan berpotensi rawan longsor dan banjir.  

Ke-6 kecamatan itu, yakni Kecamatan Wonoslam, Bareng, Mojowarno, Plandaan, Kabuh dan Ngusikan.  Saat ini seluruh daerah rawan bencana  tersebut, dalam kajian bencana dan sedang di review untuk diperbaiki. 

Penyebab terjadinya longsor banyak hal, diantaranya, pertama, kondisi anomali cuaca yang mengakibatkan debit air hujan sangat tinggi.  

Kedua, kondisi letak  geografis Kabupaten Jombang  kontur tanahnya rawan longsor di daerah perbukitan dengan status tanah bergerak.

Antisipasi dari BPBD Jombang saat ini memberikan sosialisasi ke masyarakat untuk menambah jumlah tutupan lahan untuk tandon air alami dan kesiapsiagaan pada kedaruratan. 

Seluruh sarana prasarana dan logistik sudah disiapkan, baik jumlah  personil, peralatan serta pemantauan untuk mengoptimalkan kondisi kedaruratan. 

Memasuki musim hujan kali ini, BPBD Jombang mengimbau pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana longsor agar segera melakukan koordinasi lintas sektoral, terutama wilayah dengan kondisi geografis di pegunungan dan perbukitan. Hal itu untuk mengantisipasi ketika terjadi bencana alam baik berupa gempa, tanah longsor dan banjir. 


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.